Plt Direktur Utama PT Phapros Tbk, Ida Rahmi Kurniasih, menyampaikan bahwa inovasi tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menyediakan produk kesehatan berkualitas dan terjangkau untuk masyarakat.
“Sebagai negara dengan jumlah kasus TBC tertinggi kedua di dunia setelah India, Indonesia membutuhkan solusi yang efektif dan mudah diakses bagi pasien. Paket OAT Kategori 1 Dosis Harian hadir sebagai varian generik dari obat antituberkulosis yang telah dirancang sesuai dengan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO),” ujarnya.
Produk ini ditargetkan mampu memenuhi sekitar 38 persen kebutuhan nasional hingga akhir tahun 2025. Dengan formulasi tablet salut selaput, paket OAT ini diharapkan memberikan kenyamanan bagi pasien sekaligus meningkatkan kepatuhan dalam menjalani pengobatan TBC yang membutuhkan waktu panjang.
“Kami berharap kehadiran paket ini dapat menjadi bagian dari solusi dalam menekan angka kasus TBC di Indonesia. Kami juga terus berinovasi untuk menghadirkan produk-produk farmasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta mendukung program kesehatan nasional,” tambah Ida Rahmi Kurniasih.
Dengan peluncuran produk ini, PT Phapros Tbk semakin memperkuat portofolionya di kategori obat antituberkulosis. Langkah ini juga sejalan dengan misi perusahaan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui produk farmasi yang inovatif dan berkualitas tinggi.
“Kami optimistis bahwa target penjualan ini dapat tercapai melalui berbagai strategi yang telah kami jalankan,” tutupnya.
Di sisi lain, sektor farmasi diproyeksi masih menjanjikan sepanjang 2025. Meski dihadapkan berbagai tantangan, peluang di industri ini tetap besar seiring dengan pertumbuhan produksi obat-obatan, alat kesehatan, hingga jamu di Indonesia. Hal ini menjadi salah satu faktor pendorong cerahnya prospek pasar farmasi tahun ini. (Wib)