Site icon Wanita Indonesia

Dompet Dhuafa Dukung 1 Dekade FHQ An-Najm Sulawesi Selatan: Menjaga Cahaya Al-Qur’an, Menumbuhkan Generasi Peradaban

Sepuluh tahun bukan sekadar perjalanan waktu. Bagi Forum Halaqah Quran (FHQ) An-Najm Sulawesi Selatan, satu dekade menjadi momentum untuk mensyukuri perjalanan dakwah Al-Qur’an sekaligus meneguhkan kembali komitmen dalam menghadirkan ruang belajar Al-Qur’an yang dekat dengan masyarakat.

WANITAINDONESIA.CO — Sepuluh tahun bukan sekadar perjalanan waktu. Bagi Forum Halaqah Quran (FHQ) An-Najm Sulawesi Selatan, satu dekade menjadi momentum untuk mensyukuri perjalanan dakwah Al-Qur’an sekaligus meneguhkan kembali komitmen dalam menghadirkan ruang belajar Al-Qur’an yang dekat dengan masyarakat.

Perayaan 1 Dekade FHQ An-Najm Sulawesi Selatan digelar pada Sabtu–Minggu, 26–27 September 2026, bertempat di Masjid Agung Kabupaten Jeneponto. Kegiatan tersebut diikuti kurang lebih 800 peserta dari berbagai wilayah di Sulawesi Selatan.

Mengusung semangat “Menjaga Cahaya Al-Qur’an, Menumbuhkan Generasi Peradaban”, rangkaian kegiatan tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga dikemas dengan kegiatan edukatif, sosial, dan keagamaan yang melibatkan santri, muwajjih, keluarga, serta masyarakat.

Pada hari pertama, Sabtu (26/9), kegiatan diisi dengan lomba mewarnai dan lomba tadarrus Al-Qur’an. Sementara pada Minggu (27/9), rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan jalan santai, aksi donor darah, Rangking 1, hingga ditutup dengan Tabligh Akbar.

Salah satu rangkaian kegiatan yang mendapat antusiasme peserta adalah aksi donor darah. Dalam kegiatan tersebut, berhasil terkumpul 104 kantong darah yang selanjutnya menjadi bagian dari kontribusi sosial dalam rangkaian perayaan satu dekade FHQ An-Najm.

Perayaan satu dekade tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Wakil Bupati Jeneponto Muhammad Islam Iskandar, S.H., Ketua Pengurus Masjid Agung Jeneponto Dr. dr. H. M. Syafruddin Nurdin, M.Kes., serta Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Jeneponto Anwar Jaya Husain, S.Sos., M.Si.

Momentum perayaan ditandai dengan pemotongan pita sebagai simbol perjalanan satu dekade FHQ An-Najm dalam menjaga keberlanjutan pembelajaran dan dakwah Al-Qur’an di Sulawesi Selatan.

Mudir FHQ An-Najm, Ustadz Al-Hafidz Abdurrahman R., menyampaikan bahwa peringatan satu dekade menjadi momentum untuk mensyukuri perjalanan FHQ An-Najm dan berbagai pengalaman yang hadir selama mendampingi para santri.

“Hari ini kita memperingati satu dekade, 10 tahun FHQ An-Najm. Di dalam Al-Qur’an Allah berfirman, segala nikmat Tuhanmu maka ceritakan. Maka yang ingin saya ceritakan, Bapak-Ibu, adalah bahagia yang saya rasakan setiap kali bertemu, ditegur, atau disapa oleh santri-santri FHQ,” ungkapnya.

Menurutnya, kebahagiaan tersebut tidak hanya dirasakan ketika berada di lingkungan FHQ, tetapi juga ketika bertemu para santri di berbagai tempat.

“Saya sangat senang. Di setiap daerah banyak yang menegur saya, di mana pun saya berada, baik di Jeneponto, Makassar, bahkan di daerah mana pun ada yang mengenal saya. Walaupun saya sulit menghafal semua wajah santri-santri yang pernah saya ajar,” lanjutnya.

Ia menambahkan, perjalanan FHQ An-Najm selama satu dekade telah menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai wilayah Sulawesi Selatan.

“Suatu kesyukuran karena hingga saat ini, sejak berdirinya FHQ An-Najm di Sulawesi Selatan, sudah mencapai 1.300 lebih santri dari beberapa daerah, yakni Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, dan Bulukumba,” tuturnya.

Perjalanan FHQ An-Najm juga menjadi bagian dari ikhtiar Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan dalam menghadirkan akses pembelajaran Al-Qur’an yang lebih dekat dengan masyarakat.

PLT Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan, Nurhasnaini Hasan, mengatakan bahwa perjalanan satu dekade FHQ An-Najm berawal dari sebuah kelompok kecil yang dibangun bersama para guru dan masyarakat di Jeneponto.

“Pagelaran 1 Dekade Forum Halaqah Quran yang kita saksikan dan kita laksanakan pada hari ini tidak terlepas dari sebuah ikhtiar yang dimulai dari 10 tahun yang lalu. Sepuluh tahun yang lalu Dompet Dhuafa hadir ke Jeneponto, memulai sebuah kelompok kecil,” ujarnya.

Ia menyebut, pada awalnya kelompok tersebut hanya terdiri dari sekitar 10 hingga 18 orang. Namun, seiring berjalannya waktu, ikhtiar tersebut berkembang dan memberikan manfaat kepada masyarakat di berbagai wilayah.

“Dompet Dhuafa dan para guru kami tidak pernah terbayangkan, dari satu kelompok yang terdiri dari hanya 10 hingga 18 orang, dan tahun ini, 10 tahunnya, sudah memberikan manfaat untuk lebih dari 1.300-an masyarakat yang ada di Sulawesi Selatan,” tambahnya.

Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa dakwah Al-Qur’an dapat tumbuh ketika hadir secara dekat, berkelanjutan, dan menjawab kebutuhan masyarakat.

Semangat belajar Al-Qur’an juga tercermin dari kisah salah satu penerima manfaat FHQ An-Najm, Ibu Hj. Johar. Di usianya yang telah memasuki sekitar 90 tahun, ia tetap bersemangat mengikuti proses belajar Al-Qur’an bersama kelompok FHQ di wilayahnya.

“Tak ada kata yang saya sampaikan pada hari ini hanyalah minta terima kasih karena telah diberikan kesempatan untuk berdiri di depan para muwajjih dan santri-santri FHQ. Sebenarnya umur saya tidak bisa mi dihitung, sudah masuk 90 tahun, tapi semangat saya masih banyak, masih semangat saya, kemauan saya masih segar,” tuturnya.

Meski kondisi fisiknya tidak lagi sekuat dahulu, Hj. Johar mengaku tetap berusaha mengikuti proses pembelajaran.

“Walau kondisi fisik saya sudah tidak kuat lagi, tapi saya tetap memaksakan untuk tetap ikut proses belajar di kelompok saya,” lanjutnya.

Bagi Hj. Johar, kehadiran kelompok FHQ di sekitar tempat tinggalnya menjadi kemudahan tersendiri. Sebelumnya, ia harus menempuh perjalanan yang cukup jauh untuk mengikuti pembelajaran Al-Qur’an.

“Dulu sebelum ada kelompok dekat rumah saya, saya meminta ke Ustaz Abdurrahman untuk hadirkan kelompok baru agar saya tidak susah lagi bepergian jauh untuk belajar Al-Qur’an. Saya menelepon Ustaz Abdurrahman, walaupun saya belum pernah ketemu. Saya bertanya, kenapa di masjid orang ada kelompok FHQ, kenapa di masjidku tidak ada?”

Permintaan tersebut kemudian menjadi awal hadirnya kelompok FHQ di wilayah tempat tinggalnya.

“Jadi sejak saat itu Ustaz Abdurrahman membuat kelompok di daerah saya, sehingga warga-warga lain bisa ikut belajar juga,” ungkapnya.

Satu dekade FHQ An-Najm menjadi perjalanan yang mempertemukan banyak cerita: dari kelompok kecil yang hanya beranggotakan belasan orang, hingga berkembang menjadi ruang pembelajaran Al-Qur’an yang telah menjangkau lebih dari 1.300 santri di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan.

Perayaan satu dekade ini menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan yang telah dilalui sekaligus menguatkan ikhtiar agar pembelajaran Al-Qur’an terus tumbuh di tengah masyarakat.

Bukan sekadar tentang angka dan usia, satu dekade FHQ An-Najm adalah tentang bagaimana cahaya Al-Qur’an terus dijaga melalui para guru, muwajjih, santri, keluarga, dan masyarakat yang memilih untuk terus belajar.

Dari Jeneponto, perjalanan itu terus dilanjutkan—menjaga cahaya Al-Qur’an dan menumbuhkan generasi yang diharapkan mampu menjadi bagian dari peradaban yang lebih baik. (adv)

Exit mobile version