
WANITAINDONESIA.CO – Upaya mencetak generasi muda yang mandiri dan siap kerja terus dilakukan oleh Dompet Dhuafa melalui Institut Kemandirian (IK). Berkolaborasi dengan Audy Dental, lembaga ini resmi membuka program pelatihan barber gratis bagi pemuda Yogyakarta yang digelar di Sleman pada 24 April 2026.
Program ini menjadi salah satu langkah nyata pemberdayaan ekonomi melalui peningkatan keterampilan kerja. Sebanyak 15 peserta terpilih akan mengikuti pelatihan intensif hingga Juni 2026 untuk dibekali kemampuan profesional di bidang barbering.
Tidak sekadar belajar memangkas rambut, para peserta mendapatkan pembelajaran komprehensif mulai dari teknik barber modern, penggunaan alat secara profesional, standar sanitasi kerja, pelayanan pelanggan, hingga dasar-dasar kewirausahaan.
Menariknya, setelah menyelesaikan program, peserta juga berkesempatan untuk langsung terjun ke dunia kerja melalui penempatan di gerai Arfa Barber sebagai mitra industri.
Direktur Institut Kemandirian, Abdurrahman Usman, menegaskan bahwa pelatihan ini hadir sebagai jembatan bagi anak muda untuk membuka masa depan yang lebih baik.
“Banyak anak muda memiliki semangat besar, tetapi belum semua memiliki akses terhadap peluang. Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghadirkan jalan agar mereka memiliki keterampilan, kepercayaan diri, dan masa depan yang lebih cerah,” ujarnya.
Senada, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Yogyakarta, Muhammad Zahron, menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud nyata pemanfaatan zakat produktif yang berdampak jangka panjang.
“Zakat tidak hanya membantu sesaat, tetapi juga harus mampu melahirkan kemandirian. Kami berharap program ini menjadi titik awal perubahan hidup para peserta,” katanya.
Selain keterampilan teknis, peserta juga dibekali berbagai soft skill penting seperti komunikasi efektif, pengelolaan keuangan, etika kerja, hingga kedisiplinan.
Bekal tersebut dinilai penting agar peserta tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga siap menghadapi dinamika dunia kerja yang kompetitif.
Antusiasme peserta pun terlihat sejak hari pertama pelatihan. Salah satu peserta, Zulfan Fauzi, mengaku optimistis program ini dapat membuka jalan kariernya.
“Saya ingin menambah skill. Menjadi barber itu keren karena bisa membantu orang tampil lebih percaya diri. Saya berharap program seperti ini terus ada agar lebih banyak anak muda punya kesempatan berkembang,” ungkapnya.
Sementara itu, Owner Arfa Barber, Muhammad Arief Fathoni, menekankan bahwa kesuksesan sangat bergantung pada keseriusan peserta selama proses belajar.
“Setiap proses membutuhkan ketekunan. Peserta yang sungguh-sungguh memiliki peluang besar untuk sukses, bahkan berkembang bersama Arfa Barber,” ujarnya.
Untuk memastikan kualitas pembelajaran, Institut Kemandirian menghadirkan mentor-mentor berpengalaman yang mendampingi peserta dari tahap dasar hingga mahir.
Melalui program ini, Institut Kemandirian Dompet Dhuafa berharap semakin banyak anak muda Yogyakarta memiliki keterampilan produktif, mampu berpenghasilan secara mandiri, serta ikut memperkuat ekonomi keluarga dan masyarakat di masa depan. (Adv)




