WANITAINDONESIA.CO – Aktivitas bertani ternyata tak hanya menghasilkan panen, tetapi juga dapat menjadi bagian dari proses pemulihan kesehatan mental. Hal inilah yang dilakukan Dompet Dhuafa melalui Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) dalam rangkaian peringatan 33 tahun pengabdiannya. Melalui program terapi okupasi yang digelar di lahan Yayasan Daarul Miftah Mulia (YDMM) Ibnu Ruslan, Desa Pabuaran, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Rabu (1/7/2026), puluhan penyandang disabilitas mental diajak memanen jagung sekaligus mengelola hasil kebun sebagai bagian dari proses rehabilitasi.
Kegiatan tersebut bertujuan melatih kemampuan motorik, meningkatkan fungsi kognitif dan emosional, menumbuhkan rasa tanggung jawab, membangun kemandirian, serta memperkuat kemampuan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Tim PDM LPM Dompet Dhuafa, Irawan, mengatakan bahwa kegiatan produktif di alam terbuka menjadi salah satu metode terapi yang efektif untuk membantu proses pemulihan penyandang disabilitas mental.
Menurut Irawan, terapi yang dijalankan Dompet Dhuafa tidak hanya berfokus pada aktivitas pertanian. LPM juga rutin mengadakan berbagai kegiatan sosial, seperti membersihkan tempat ibadah, taman bermain, jalan, dan fasilitas umum lainnya. Selain itu, peserta juga mengikuti aktivitas keagamaan seperti mengaji, berdoa, dan bershalawat sebagai bagian dari pendampingan spiritual. Ia menegaskan bahwa Dompet Dhuafa memiliki perhatian besar terhadap penyandang gangguan kejiwaan dengan harapan mereka dapat pulih secara bertahap, kembali percaya diri, dan lebih mudah diterima oleh masyarakat ketika kembali ke lingkungan keluarga.
Kegiatan terapi pertanian ini diikuti oleh lebih dari 30 warga binaan YDMM. Selain memberikan pengalaman baru, aktivitas berkebun juga membantu peserta membangun kebiasaan positif, melatih kerja sama, serta meningkatkan rasa percaya diri melalui kegiatan yang bermanfaat.
Pendekatan yang dilakukan LPM Dompet Dhuafa sejalan dengan konsep rehabilitasi psikososial yang menekankan pentingnya keterlibatan aktif penyandang disabilitas mental dalam aktivitas sehari-hari. Melalui berbagai terapi berbasis kegiatan produktif, sosial, dan spiritual, Dompet Dhuafa berharap para peserta dapat pulih secara bertahap, kembali mandiri, serta mampu berinteraksi dan berkontribusi di tengah masyarakat. (adv)





