WANITAINDONESIA.CO — Keandalan logistik nasional bukan sekadar soal kecepatan bongkar muat peti kemas atau kecanggihan teknologi peralatan pelabuhan di dermaga, melainkan bagaimana keselamatan dan kesehatan para pekerja yang menjadi penggerak utamanya tetap terlindungi secara optimal.
Pelabuhan Tanjung Priok sebagai salah satu simpul utama rantai pasok tanah air menyimpan denyut aktivitas yang sangat tinggi setiap harinya. Di tengah mobilitas barang dan manusia yang masif tersebut, perlindungan kesehatan kerja sering kali menjadi tantangan tersendiri yang menuntut perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan kepelabuhanan.
Direktur Utama PT Jakarta International Container Terminal, Ade Hartono mengingatkan bahwa keandalan logistik nasional tidak hanya ditentukan oleh kecepatan bongkar muat dan kecanggihan peralatan pelabuhan tetapi yang paling penting adalah kesehatan dan keselamatan pekerja.
Pelabuhan tidak cukup dinilai dari seberapa cepat peti kemas bergerak, tetapi juga dari seberapa baik kita melindungi orang-orang yang menggerakkannya. Bagi JICT, kesehatan dan keselamatan pekerja merupakan fondasi penting untuk menjaga keandalan layanan logistik nasional, ujar Ade dalam keterangan yang diterima, Sabtu, dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-62.
Menurut Ade, momentum Hari Kesehatan Nasional ke-62 yang mengusung tema Sehat untuk Semua menjadi pengingat bahwa perlindungan kesehatan di kawasan pelabuhan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, baik operator terminal, otoritas pelabuhan, maupun instansi kesehatan. Terkait hal itu saya meminta agar semua insan pelabuhan menyadari pentingnya kebugaran, deteksi dini masalah kesehatan, dan kebersihan lingkungan kerja, ujar Ade.
Kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Tanjung Priok, Anak Agung Ngurah Kusumajaya menekankan bahwa tingginya mobilitas manusia dan barang menjadikan kawasan pelabuhan sebagai salah satu lingkungan strategis dalam upaya perlindungan kesehatan masyarakat. Pelabuhan yang sehat adalah bagian penting dari perlindungan kesehatan masyarakat. Upaya menjaga kesehatan pelabuhan tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial, ujar Agung.
Dari sisi tata kelola kepelabuhanan, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok, Jon Kennedy, menyoroti pentingnya kolaborasi antar instansi di Pelabuhan Priok. Sebagai pejabat yang baru mendapat amanah, saya mohon bimbingan, masukan, serta dukungan dari seluruh pihak agar kita dapat melanjutkan hal-hal baik yang sudah berjalan. Saya percaya, pelabuhan yang kuat dan sehat dibangun melalui kolaborasi, ujar Jon.
Melalui Forum Pelabuhan Sehat Tanjung Priok, JICT berharap upaya perlindungan kesehatan pekerja dan pengelolaan lingkungan terus menjadi bagian dari penguatan kualitas layanan kepelabuhanan.
Menjaga kesehatan para pekerja pelabuhan pada akhirnya bukan sekadar memenuhi standar operasional, melainkan sebuah investasi kemanusiaan yang memastikan roda perekonomian bangsa terus berputar tanpa mengorbankan keselamatan jiwa di garis depan. (Gdi)

