WANITAINDONESIA.CO — Kabupaten Demak, Jawa Tengah, didorong menjadi model penanganan tuberkulosis (TBC) bagi daerah lain di Indonesia. Hal ini didasari capaian terapi pencegahan tuberkulosis (TPT) di Demak menunjukkan pentingnya kepemimpinan kepala daerah dan kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat upaya penanganan TBC.
“Ini menarik, ternyata anggaran tidak selalu linier dengan capaian. Ini tidak lepas dari kinerja dan kolaborasi antarpemangku kepentingan,” kata Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus saat meninjau layanan active case finding TBC yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan layanan spesialis keliling di Pendopo Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Rabu (14/10/2026).
Wiyagus mengapresiasi Bupati Demak yang dinilai mampu mengoordinasikan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung program penanganan TBC.
Berdasarkan paparan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus, kata Wiyagus, capaian TPT di Kabupaten Demak sudah sekitar 73 persen.
Menariknya capaian tersebut berkat pelibatan banyak pihak, termasuk Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) dalam menjangkau warga secara langsung. Melalui pendekatan dari rumah ke rumah (door to door), aparat kewilayahan membantu memberikan pemahaman mengenai TBC serta mendorong masyarakat agar tidak takut menjalani pemeriksaan dan pengobatan.
“Saya akan mengangkat model penanganan TBC di (Kabupaten Demak) Jawa Tengah ini menjadi model yang harus diadopsi oleh seluruh kabupaten yang ada di Indonesia,” ucap Wiyagus menegaskan.
Menurut dia, keberhasilan tersebut perlu didukung koordinasi berkelanjutan antara pemerintah daerah dan instansi vertikal. Sinergi melalui Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dapat memperkuat pelaksanaan program kesehatan dan memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, Wiyagus berencana menghubungi para bupati yang daerahnya telah ia kunjungi untuk mendorong pertukaran pengalaman dengan Pemerintah Kabupaten Demak. Langkah ini diharapkan membantu daerah lain mempelajari praktik penanganan TBC yang telah berjalan dan memperkuat pelaksanaannya sesuai dengan kebutuhan masing-masing daerah.
Wiyagus menambahkan, penguatan penanganan TBC merupakan bagian dari upaya memenuhi hak masyarakat atas pelayanan kesehatan. Kehadiran negara melalui penyediaan layanan kesehatan dan penguatan upaya pencegahan penyakit juga menjadi bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang sehat menuju Indonesia Emas 2045. (Yud)

