Site icon Wanita Indonesia

Data Kemenkes Sebut 1,5 Persen Warga Jakarta Depresi, Berikut Tips Pencegahannya

Kemacetan lalu lintas menjadi salah satu penyebab depresi.

WANITAINDONESIA.CO – Pernyataan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengenai 1,5 persen warga Jakarta yang mengalami depresi menjadi pengingat serius akan tantangan kesehatan mental di tengah hiruk pikuk Ibu Kota. Tingginya tekanan hidup, kemacetan, persaingan kerja, dan kurangnya waktu istirahat seringkali menjadi pemicu utama.

Untuk membantu warga Jakarta menjaga kesehatan mental dan mencegah depresi, para ahli kesehatan merekomendasikan beberapa strategi yang dapat diterapkan dalam rutinitas sehari-hari.

Pencegahan depresi tidak selalu membutuhkan perubahan besar, melainkan konsistensi dalam menerapkan pola hidup sehat dan pengelolaan stres yang baik. Berikut adalah tips yang dapat diterapkan:

1. Rutin Berolahraga dan Bergerak Aktif

Aktivitas fisik, bahkan dalam intensitas ringan, terbukti dapat memicu pelepasan endorfin, serotonin, dan dopamin—hormon yang dikenal sebagai peningkat suasana hati alami.

Manfaatkan ruang terbuka di Jakarta, seperti taman kota atau jalur sepeda. Cobalah berjalan santai (minimal 30 menit) atau bersepeda di akhir pekan.

Jika sulit keluar rumah, yoga, meditasi, atau latihan pernapasan sederhana dapat dilakukan di dalam ruangan untuk meredakan kecemasan dan menenangkan pikiran.

2. Jaga Kualitas Tidur yang Cukup

Kekurangan tidur adalah pemicu besar gangguan suasana hati.

Usahakan tidur 7-9 jam setiap malam.

Ciptakan lingkungan tidur yang nyaman dan hindari penggunaan gawai setidaknya satu jam sebelum tidur.

3. Terapkan Pola Makan Sehat

Nutrisi memainkan peran penting dalam kesehatan otak.

Konsumsi makanan kaya asam folat (seperti brokoli dan sayuran hijau), vitamin D (seperti susu dan ikan salmon), serta Omega-3 yang mendukung fungsi otak dan membantu menstabilkan suasana hati.

Batasi asupan alkohol dan minuman manis berlebihan.

4. Bangun dan Jaga Hubungan Sosial yang Positif

Di tengah kesibukan Jakarta, penting untuk tidak merasa terisolasi.

Luangkan waktu untuk berkumpul dan berkomunikasi secara mendalam dengan keluarga atau teman dekat.

Memiliki teman bicara dapat membantu mengelola perasaan negatif dan mencegah Anda tenggelam dalam pikiran yang merusak.

Anda juga bisa bergabung dalam komunitas hobi atau kegiatan positif lainnya untuk memperluas jejaring sosial.

5. Batasi Penggunaan Media Sosial dan Kenali Pemicu Stres

Terlalu banyak terpapar informasi negatif atau perbandingan diri di media sosial dapat memperburuk kondisi mental.

Tetapkan batas waktu harian untuk media sosial.

Coba kenali akar masalah atau pemicu stres yang Anda rasakan, sehingga Anda dapat mengambil tindakan yang tepat, seperti menetapkan batasan diri atau mencari bantuan.

Kapan Saatnya Mencari Bantuan Profesional?

Jika tips pencegahan di atas tidak mampu memperbaiki suasana hati yang terus memburuk, atau Anda mulai mengalami gejala depresi yang parah (seperti kesedihan berkepanjangan, kehilangan minat pada hal yang disukai, perubahan nafsu makan/tidur yang signifikan, atau pikiran menyakiti diri sendiri), jangan ragu untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan mental.

Di Jakarta, akses ke psikolog atau psikiater kini semakin mudah, baik melalui fasilitas kesehatan pemerintah maupun swasta. Depresi adalah kondisi medis yang dapat diobati, dan mencari bantuan adalah langkah awal menuju pemulihan. (Gdi)

Exit mobile version