Site icon Wanita Indonesia

Dari jualan es mambo hingga Wantimpres, jejak panjang pengabdian Jusuf Hamka

Anggota Wantimpres M. Yusuf Hamka. (HO-CMNP)

WANITAINDONESIA.CO — Perjalanan hidup Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Muhammad Jusuf Hamka menjadi bukti bahwa kegigihan, kesederhanaan, serta komitmen untuk berbagi dapat mengantarkan seorang penjual es mambo menjadi pengusaha jalan tol bernilai triliunan rupiah sekaligus tokoh publik terkemuka.

Pengangkatan pria yang akrab disapa Babah Alun tersebut sebagai Anggota Wantimpres oleh Presiden Prabowo Subianto pada 2 Oktober 2026 menandai babak baru pengabdian dirinya kepada negara, setelah puluhan tahun melakoni asam garam kehidupan di dunia bisnis dan aktivitas sosial.

Sosok yang lahir di Jakarta pada 5 Desember 1957 dengan nama lahir Alun Joseph atau Jauw A Loen ini telah terbiasa bekerja keras sejak masa kecilnya. Untuk menambah uang jajan, ia tidak ragu berjualan es mambo dan kacang-kacangan di sekitar kawasan Masjid Istiqlal dan Pasar Baru, Jakarta.

Pengalaman lapangan tersebut terus berlanjut hingga ke Samarinda, Kalimantan Timur. Di sana, Jusuf Hamka pernah bekerja sebagai operator traktor dalam proyek pembangunan jalan di kawasan industri kayu dengan upah sekitar Rp750 ribu per bulan.

Titik balik spiritual dan kehidupan pribadinya terjadi pada 1981 ketika ia memutuskan untuk memeluk agama Islam di bawah bimbingan ulama besar Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau Buya Hamka. Momentum inilah yang mengubah nama dan jalan hidupnya secara mendasar.

“Alhamdulillah, saya dikasih nama oleh Buya, oleh Haji Abdul Malik Karim Amrullah. Itu karunia buat saya. Nama pemberiannya itu barokah,” ujar Anggota Wantimpres Jusuf Hamka.

Bagi Jusuf Hamka, nama yang disandangnya memiliki makna personal dan spiritual mendalam yang terus menuntun ikhtiar hidupnya. Usai memeluk Islam, perjalanan kariernya merangkak naik hingga ia dipercaya memimpin PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP), perusahaan swasta pelopor industri jalan tol di Indonesia.

Di bawah kepemimpinannya, CMNP berkembang pesat hingga mencatatkan kinerja finansial yang solid. Perusahaan tersebut berhasil membukukan total pendapatan sebesar Rp2,93 triliun pada semester I 2026, atau melonjak 33,47 persen dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski telah menduduki posisi puncak di dunia usaha dengan bisnis bernilai triliunan rupiah, Jusuf Hamka tetap mempertahankan gaya hidup bersahaja serta aktif dalam berbagai aksi kepedulian sosial. Salah satu inisiatif yang dikenal luas masyarakat adalah program Warung Nasi Kuning Podjok Halal, yang menyediakan makanan bergizi dengan harga sangat terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Ia menegaskan bahwa kepedulian sosial yang dilakukannya terinspirasi langsung dari ajaran sang pembimbing spiritual.

“Dari setiap rezeki yang kita peroleh, ada bagian orang lain,” tutur Jusuf Hamka.

Kini, dengan amanah baru di lembaga Wantimpres, rekam jejak panjang Jusuf Hamka—dari jalanan, proyek infrastruktur, hingga panggung kebijakan publik—menjadi inspirasi tentang pentingnya ketangguhan, kejujuran, dan kepedulian sesama dalam membangun bangsa. (Gdi)

Exit mobile version