Site icon Wanita Indonesia

Cinta Laura Perankan Dua Karakter Berbeda di Serial Sleeping with the Enemy

Cinta Laura mengaku antusias bergabung dalam serial Sleeping with the Enemyproduksi Hitmakwr Studios yang tayang di WeTV. FOTO: INSTAGRAM

WANITAINDONESIA.CO – Cinta Laura mengaku antusias bergabung dalam serial Sleeping with the Enemyproduksi Hitmakwr Studios yang tayang di WeTV.

Dalam proyek terbarunya ini, ia dipercaya memerankan dua identitas sekaligus, yakni Aruna Wirawan dan Clara, karakter yang menurutnya memiliki kompleksitas emosi dan tantangan akting yang besar.

Cinta Laura mengatakan proyek ini terasa istimewa karena menjadi kolaborasi pertamanya dengan WeTV, sekaligus kesempatan bekerja bersama sutradara Rizal Mantovani dan produser Rocky Soraya.

“Saya sangat senang menjadi bagian dari proyek ini. Pertama karena produsernya Rocky Soraya, teman baik yang sangat terbuka untuk berdiskusi dan membuat seluruh pemain merasa nyaman. Ini juga pertama kalinya saya bekerja sama dengan dan Mas Rizal, sesuatu yang sudah lama saya inginkan,” ujar Cinta Laura saat konferensi pers.

FOTO: INSTAGRAM

Untuk mempersiapkan perannya, Cinta Laura menjalani proses reading, workshop, hingga latihan koreografi adegan laga.

Meski berharap durasi latihan fisik bisa lebih panjang, Cinta Laura mengapresiasi kepercayaan yang diberikan tim produksi kepada para pemain untuk mengeksekusi adegan-adegan yang menantang.

Tak hanya itu, Cinta Laura mengaku langsung jatuh hati pada naskah serial tersebut. Menurutnya, Sleeping with the Enemy memiliki cerita yang kuat sehingga ia optimistis hasil akhirnya dapat diterima penonton Indonesia maupun mancanegara.

Keseriusannya mendalami karakter bahkan terlihat dari catatan yang ia buat selama proses persiapan. Cinta Laura mengungkapkan telah menyusun sekitar 41 halaman catatan khusus mengenai karakter Aruna dan Clara agar tidak tertukar saat proses syuting.

“Saya benar-benar memetakan karakter ini. Setiap episode punya empat sampai lima halaman catatan. Mudah-mudahan dengan semua persiapan itu tidak terjadi kekeliruan saat syuting,” urai Cinta Laura.

FOTO: INSTAGRAM

Dalam serial tersebut, Aruna digambarkan sebagai perempuan muda yang awalnya tumbuh di lingkungan penuh kasih sayang.

Namun kehidupannya berubah drastis setelah kedua orang tuanya dibunuh. Delapan tahun kemudian, ia kembali ke Jakarta dengan identitas baru sebagai Clara untuk mengungkap dalang di balik kematian keluarganya.

Menurut Cinta, Aruna dan Clara merupakan dua sosok yang sangat berbeda. Aruna dipenuhi amarah dan luka batin, sementara Clara tampil sebagai perempuan yang tenang, strategis, serta mampu mengendalikan emosinya demi mencapai tujuan.

Tantangan terbesar justru muncul ketika Clara harus berpura-pura baik-baik saja saat berada di tengah orang-orang yang menjadi musuhnya. Di sisi lain, batinnya dipenuhi rasa sakit, kecewa, hingga kebencian yang harus ditampilkan secara halus melalui ekspresi.

“Saya harus bisa menunjukkan dunia internalnya yang sebenarnya hancur, tetapi di luar tetap terlihat tenang dan seolah menikmati semuanya. Dualisme itu menjadi tantangan terbesar buat saya,” ungkapnya. (GIE)

Exit mobile version