WANITAINDONESIA.CO – Dominasi talenta digital tak lagi menjadi milik Pulau Jawa semata. Di berbagai pelosok Nusantara, generasi muda mulai unjuk gigi membuktikan kepiawaian mereka di ranah keamanan siber (cybersecurity), membawa angin segar bagi masa depan kekuatan ekonomi digital Indonesia.
Kementerian Ekonomi Kreatif menilai bahwa pemerataan talenta siber di berbagai daerah kini menjadi kunci utama untuk memperkuat daya saing ekonomi digital Tanah Air. Hal ini ditekankan oleh Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, yang menyoroti betapa krusialnya kolaborasi lintas sektor untuk memperluas akses pengembangan kompetensi digital hingga ke ujung negeri.
“Kami ingin menciptakan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kompetensi, berkolaborasi, serta menghasilkan inovasi yang memberikan nilai tambah bagi industri kreatif digital dan keamanan siber nasional,” ungkap Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, di Jakarta, Senin.
Menurutnya, penguatan talenta siber ini tidak semata-mata dilakukan untuk menambal kekurangan pasokan sumber daya manusia. Lebih dari itu, langkah strategis ini diharapkan menjadi motor penggerak lahirnya kekayaan intelektual (intellectual property) lokal yang tangguh dan mumpuni untuk bertarung di pasar global.
Harapan besar tersebut kini mulai memancarkan sinyal positif yang nyata. Terobosan ini terlihat jelas dari ajang kompetisi peretasan bertajuk Cyber Breaker yang diselenggarakan oleh perusahaan kecerdasan buatan (artificial intelligence) asal Indonesia, Peris.ai, pada akhir pekan lalu. Kompetisi ini berhasil menjadi panggung bagi talenta-talenta terbaik yang secara mengejutkan tidak lagi didominasi oleh peserta dari kota-kota besar, melainkan dari berbagai wilayah di luar Pulau Jawa.
Melihat antusiasme tersebut, Menteri Teuku Riefky Harsya memandang bahwa ekosistem digital nasional tengah berevolusi menuju arah yang jauh lebih inklusif. Pemerataan kemampuan ini sangat esensial untuk memperluas basis talenta digital nasional, sekaligus merespons dahaga industri terhadap tenaga ahli yang andal.
“Kami ingin menunjukkan bahwa keamanan siber (cybersecurity) dapat menjadi ruang yang terbuka, menarik, serta berdampak dalam menghubungkan potensi talenta muda dengan kebutuhan industri dan bangsa,” tegas Riefky.
Guna memastikan bibit-bibit unggul ini memiliki jalur pengembangan karier yang berkelanjutan, Kementerian Ekonomi Kreatif terus merajut sinergi yang erat. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, komunitas, hingga kalangan akademisi didorong agar para talenta siber ini dapat terserap secara optimal oleh pasar kerja dan terus menghasilkan karya yang relevan.
Melalui langkah nyata dan kolaborasi tanpa sekat ini, masa depan ekosistem digital Indonesia terlihat semakin benderang. Lahirnya inovasi dan kekayaan intelektual lokal dari tangan-tangan kreatif di seluruh pelosok negeri bukan lagi sekadar impian, melainkan kenyataan yang siap membawa Indonesia merajai panggung teknologi dunia. Saatnya talenta lokal bangkit dan menjadi benteng utama di negeri sendiri. (Gdi)

