WANITAINDONESIA.CO — Rambut sering disebut sebagai mahkota perempuan karena melambangkan keindahan, identitas diri, sekaligus sumber rasa percaya diri yang utama. Bagi penyanyi internasional kebanggaan Indonesia, Anggun C. Sasmi, menjaga keindahan rambut di tengah padatnya aktivitas hiburan dan perubahan hormonal di usia 52 tahun membutuhkan perhatian khusus.
Dalam sesi wawancara di Jakarta, Selasa (20/9/2026), Anggun menjelaskan bahwa untuk perawatan sehari-hari, ia mengandalkan kombinasi sampo dan kondisioner Pantene Miracle. Setelah itu, ia melanjutkan dengan mengaplikasikan hair oil sebelum mengeringkan rambut menggunakan hairdryer.
Selain melakukan perawatan mandiri berupa hair mask seminggu sekali di rumah, ia juga mengandalkan vitamin ampoules saat rambutnya mulai terasa lelah, kusam, atau rontok akibat perubahan hormon. Bagi Anggun, kepraktisan ampoules ini bagaikan “doping” ampuh yang menutrisi rambut tanpa perlu repot mengombinasikan berbagai jenis serum lagi. Kebiasaan merawat kesehatan rambut ini pun turut ia turunkan kepada putri semata wayangnya, Kirana, sebagai bentuk edukasi menjaga diri sejak dini.
Pola perawatan diri tersebut berjalan seiring dengan cara Anggun membesarkan sang buah hati. Sebagai seorang ibu, Anggun menerapkan gaya pengasuhan (parenting) yang hangat, komunikatif, dan penuh empati.
Setiap malam sebelum tidur, ia memiliki ritual khusus diawali dengan mengobrol santai mengenai kejadian sepanjang hari, termasuk mengajarkan Kirana untuk menyaring hal-hal baik dan segera membuang “polusi” atau beban emosional dari orang lain. Kebiasaan unik seperti selalu menanyakan “Kamu sudah pilih mimpi belum?” menjadi cara Anggun membangun rasa aman pada diri anaknya.
Pendekatan terbuka ini juga ia terapkan dalam hal pendidikan dan asmara; Anggun memberi kebebasan penuh saat Kirana memilih jurusan psikologi, sembari mengingatkan bahwa perjalanan mencari pasangan sejati membutuhkan proses kedewasaan dan keberanian menjaga kehormatan diri tanpa menyakiti orang lain.
Di samping pola asuh yang suportif, Anggun juga menaruh perhatian besar terhadap tantangan era digital yang dihadapi generasi muda saat ini, khususnya terkait media sosial dan perkembangan Artificial Intelligence (AI).
Anggun secara tegas mengajarkan Kirana bahwa jumlah like atau penonton di media sosial tidak menentukan nilai atau kualitas diri seseorang, melainkan hanyalah permainan algoritma semata. Menurutnya, di tengah gempuran tren global dan tekanan dunia maya, nilai-nilai kebudayaan Indonesia, seperti kehangatan keluarga, kebersamaan, kesopanan, serta rasa hormat kepada orang tua—menjadi benteng pertahanan terbaik yang sangat berharga untuk terus dijaga.
Kehangatan nilai keluarga tersebut melengkapi semangat belajar dan keberanian Anggun yang tak pernah pudar di usia 52 tahun. Dikenal sebagai sosok yang mudah bosan dan selalu menyukai tantangan baru, ia tak ragu keluar dari zona nyaman untuk mengepakkan sayap ke dunia seni peran, seperti penampilannya dalam film Para Perasuk.
Bagi Anggun, seorang seniman tidak boleh terjebak dalam kenyamanan karena rasa ingin tahu dan kerendahan hati untuk terus belajar dari nol adalah kunci agar karya tetap hidup.
Semangat pembuka jalan yang dulu membawanya menjadi salah satu perempuan Indonesia pertama di kancah musik internasional kini turut ia salurkan dalam mendukung talenta-talenta muda generasi Gen Z, dengan harapan semakin banyak anak bangsa yang berani bersuara dan mengukir prestasi di panggung dunia. (Des)

