WANITAINDONESIA.CO – Kiprah perempuan di panggung politik tanah air semakin menunjukkan taji dengan hadirnya sosok-sosok yang membawa empati sekaligus ketegasan dalam memperjuangkan hak masyarakat. Salah satu figur yang kini tengah menjadi sorotan adalah Hj. Salmawati, S.E., M.M., atau yang akrab disapa dengan panggilan hangat Bunda Salma.
Istri dari Gubernur Aceh, Muzakir Manaf ini, kini resmi melangkah ke gedung parlemen sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Fraksi Partai Aceh untuk masa jabatan 2024-2029.
Langkah Bunda Salma di legislatif dimulai melalui mekanisme Pengganti Antar Waktu (PAW). Beliau dilantik pada 21 Mei 2025 dalam rapat paripurna yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRA, Ali Basrah, guna menggantikan Ismail Ajalil (Ayah Huwa) yang mengundurkan diri untuk mengikuti kontestasi pemilihan kepala daerah.
Meski hadir sebagai pengganti, amanah yang diemban Bunda Salma tidaklah ringan, terutama dalam mengawal aspirasi masyarakat di Serambi Mekkah.
Di struktur DPRA, Bunda Salma dipercaya memperkuat Komisi III. Fokus kerjanya tidak hanya terpaku pada urusan teknis legislasi, namun juga menyentuh aspek-aspek kemanusiaan yang mendasar.
Beliau dikenal sangat aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemitraan, salah satunya melalui perhatian tulus yang ia berikan kepada siswa-siswi berprestasi di wilayah Aceh Utara.
Bagi Bunda Salma, pendidikan adalah fondasi utama bagi kemajuan generasi mendatang.
Selain isu sosial, Bunda Salma juga menunjukkan keberaniannya dalam mengawal isu strategis terkait kedaulatan wilayah.
Ia secara vokal menyoroti sengketa empat pulau yang melibatkan wilayah Aceh dan Sumatera Utara. Dengan tegas, ia mengingatkan semua pihak untuk tetap berpedoman pada Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) dalam menjaga keutuhan wilayah Bumi Cut Nyak Dhien tersebut.
Dedikasi ini pulalah yang membawanya meraih penghargaan dari AMKI (Aliansi Media Kyber Indonesia) sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya bagi masyarakat.
Dalam pidato sambutannya yang menyentuh hati, Bunda Salma menyampaikan rasa syukur dan harapannya bagi kaum perempuan Indonesia.
“Ini merupakan satu kehormatan yang sangat besar buat saya, tantangan, dan motivasi buat saya juga untuk bisa lebih dari sekarang. Semoga ke depan di Aceh banyak perempuan-perempuan tangguh, karena dengan adanya perempuan, negara ini bisa lebih maju,” ujar Bunda Salma dengan penuh semangat.
Tak lupa, ia memberikan apresiasi khusus kepada suaminya yang telah menjadi pendukung utama dalam setiap langkah pengabdiannya. Baginya, dukungan keluarga adalah sumber kekuatan utama untuk tetap tegar dalam menghadapi dinamika dunia politik yang penuh tantangan.
Melalui sosok Bunda Salma, kita diingatkan bahwa peran perempuan dalam pembangunan bukan sekadar pelengkap, melainkan pilar penting menuju kesejahteraan bangsa. (gdi)

