Bukan Sekadar Teori, Sharp Class Siapkan 25 Siswa SMK Cikarang Barat Hadapi Dunia Kerja

tek foto: Perwakilan Sharp bersama perwakilan dinas dan pejabat setempat melihat langsung pembelajaran program Sharp Class di SMKN 1 Cikarang Barat. Foto: Dok. Sharp Indonesia.

WANITAINDONESIA.CO – Memiliki ijazah SMK saja belum tentu cukup untuk menghadapi persaingan dunia kerja. Selain menguasai keterampilan teknis, lulusan sekolah vokasi juga dituntut memiliki kedisiplinan, ketelitian, kemampuan berkomunikasi, hingga kecakapan menyelesaikan masalah.

Kebutuhan inilah yang mendorong PT Sharp Electronics Indonesia kembali menghadirkan program Sharp Class. Melalui inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) tersebut, Sharp berupaya mendekatkan proses pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan nyata dunia industri.

Kali ini, sebanyak 25 siswa terpilih SMKN 1 Cikarang Barat, Jawa Barat, mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan teori dan praktik audio video selama tiga bulan. Program tersebut secara resmi ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Sharp Indonesia dan pihak sekolah pada 21 Oktober 2026.
Bagi para peserta, program ini menjadi kesempatan untuk memperdalam keterampilan sekaligus mengenal standar profesional yang akan mereka hadapi setelah lulus. Pembelajaran tidak hanya berfokus pada penguasaan materi, tetapi juga pada penerapan pengetahuan untuk menyelesaikan persoalan teknis yang dijumpai dalam pekerjaan.
Pandu Setio, PR & Brand Communication Department Head PT Sharp Electronics Indonesia, mengatakan bahwa keterlibatan perusahaan dalam pendidikan vokasi perlu memberikan manfaat yang relevan bagi siswa.

Baca Juga :  Sharp Indonesia Cetak Tenaga Kerja Berkualitas Lewat Program Sharp Class

“Bagi Sharp, mendukung pendidikan vokasi bukan sekadar memberikan pelatihan tambahan kepada siswa. Kami ingin membantu menjembatani apa yang mereka pelajari di sekolah dengan kebutuhan yang akan mereka hadapi ketika memasuki dunia kerja. Dengan bekal keterampilan yang relevan dan pemahaman tentang lingkungan profesional, kami berharap mereka lebih percaya diri dalam mengambil peluang dan membangun karier setelah lulus,” ujar Pandu.

Belajar Audio Video, Mengenal Standar Kerja Industri
Dalam pelaksanaannya di SMKN 1 Cikarang Barat, Sharp Class berfokus pada bidang audio video. Selama tiga bulan, peserta akan mendapatkan pembelajaran mengenai pengenalan komponen elektronik, pemeriksaan fungsi perangkat, identifikasi gangguan, serta dasar-dasar perawatan dan perbaikan.

Materi disampaikan melalui kombinasi teori dan praktik dengan pendampingan tenaga profesional Sharp Indonesia. Pendekatan ini diharapkan membantu siswa memahami hubungan antara pengetahuan yang dipelajari di sekolah dan penerapannya dalam lingkungan kerja.

Namun, kemampuan teknis bukan satu-satunya hal yang menentukan kualitas seorang teknisi. Ketelitian saat memeriksa perangkat, kedisiplinan dalam menjalankan prosedur, serta tanggung jawab terhadap hasil pekerjaan juga menjadi bagian penting dari profesionalisme.

Baca Juga :  Sharp Class Jadi Langkah Nyata Sharp Indonesia Membangun Generasi Siap Kerja

Terlebih, pekerjaan di bidang layanan elektronik tidak bisa dilepaskan dari interaksi dengan pelanggan. Seorang teknisi perlu mampu menjelaskan persoalan perangkat, memahami kebutuhan pengguna, dan memberikan pelayanan secara tepat.
Lise Tiasanty, Customer Satisfaction Division Head PT Sharp Electronics Indonesia, menegaskan bahwa keterampilan teknis perlu berjalan beriringan dengan kemampuan memberikan pelayanan yang baik.

“Seorang teknisi perlu memiliki pemahaman teknis yang baik, tetapi itu saja tidak cukup. Ketelitian, kedisiplinan, kemampuan berkomunikasi, dan pemahaman terhadap kebutuhan pelanggan juga menjadi bagian penting dari pekerjaannya. Melalui Sharp Class, kami ingin memperkenalkan perspektif tersebut sejak siswa masih berada di bangku sekolah, sehingga mereka memiliki gambaran yang lebih utuh tentang profesi dan standar kerja yang akan dihadapi,” ungkap Lise.

Karena itu, Sharp Class juga memberikan pembekalan mengenai etika kerja, komunikasi, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kepemimpinan. Perpaduan keterampilan teknis dan nonteknis ini diharapkan membantu siswa lebih siap beradaptasi ketika memasuki lingkungan profesional.

Kolaborasi Sekolah dan Industri Buka Wawasan Karier
Keterhubungan antara pendidikan dan industri menjadi salah satu faktor penting dalam mempersiapkan lulusan SMK. Melalui kolaborasi semacam ini, siswa memperoleh kesempatan untuk mengenali kebutuhan profesi yang diminati sekaligus memahami keterampilan yang perlu terus dikembangkan.

Baca Juga :  Sharp Class, Program Pelatihan SMK yang Membekali Siswa dengan Keterampilan Industri

Kepala SMKN 1 Cikarang Barat, B. Agus Wimbadi, S.Pd., M.Pd., menilai kolaborasi dengan dunia industri dapat memperkaya pengalaman belajar siswa dan memberikan gambaran lebih nyata mengenai tuntutan pekerjaan.
Melalui Sharp Class, siswa diharapkan dapat memperdalam kemampuan, melatih ketelitian, serta mengenal standar kerja yang berlaku di industri. Bekal tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi mereka dalam menentukan langkah setelah lulus, baik memasuki dunia

kerja maupun melanjutkan pengembangan keterampilan.
Dukungan terhadap pendidikan vokasi juga dinilai penting untuk memperluas peluang generasi muda di tengah perubahan kebutuhan tenaga kerja.
Rina Parlina, S.I.P., M.M., Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Provinsi Jawa Barat, menyampaikan bahwa sinergi antara sekolah dan perusahaan dapat membantu siswa mengenali kebutuhan industri sekaligus membuka wawasan mengenai berbagai peluang karier.
Kolaborasi tersebut diharapkan terus berkembang agar lulusan SMK memiliki keterampilan yang relevan, mampu beradaptasi dengan perubahan, dan lebih siap menghadapi persaingan kerja. (srv)