Site icon Wanita Indonesia

Bukan Cuma Masalah Kulit, dr. Ratna Yuliarviana Ungkap Kunci Sukses Atasi Melasma Secara Komprehensif

Di dalam kliniknya, salah satu kombinasi mutakhir yang diterapkan dr. Ratna adalah melakukan terapi redermalisasi.

WANITAINDONESIA.CO – Setiap wanita Indonesia tentu mendambakan kulit wajah yang sehat, bercahaya, dan tampak awet muda. Namun, di tengah gempuran tren kecantikan dan produk skincare yang berseliweran di media sosial, seringkali muncul kekhawatiran baru: “Apa benar prosedur perawatan dan produk kecantikanku aman serta nyaman untuk jangka panjang.”

Keresahan inilah yang ditangkap secara jeli oleh dr. Ratna Yuliarviana, Dipl. AAM. Sosok dokter estetika senior dengan pengalaman selama 18 tahun ini ingin mengajak seluruh wanita Indonesia untuk lebih peduli terhadap kesehatan kulit dengan cara yang tepat. Baginya, merawat diri haruslah aman, nyaman, dan tentunya tidak bertentangan dengan nilai serta norma yang ada dalam masyarakat.

Berangkat dari visi mulia tersebut, alumnus Universitas Airlangga ini resmi mendirikan Hayyu pada tahun 2017, sebuah klinik kecantikan yang hadir sebagai solusi perawatan wajah dengan fokus menjaga kesehatan alami kulit tanpa mengubah bentuk aslinya.

Menjadi ibu dari empat orang anak yang kini sebagian besar sudah beranjak kuliah tidak pernah menjadi penghalang bagi dr. Ratna untuk terus berprestasi. Di Hayyu, ia tidak sekadar duduk di balik meja sebagai founder.

dr. Ratna memegang peran krusial dalam mengelola dan memimpin manajemen operasional di seluruh cabang. Sebagai trainer dokter sekaligus tim Research and Development (R&D), dokter peraih gelar Diploma American Academy of Aesthetic Medicine ini konsisten mengawal inovasi kliniknya agar selalu memberikan perawatan terbaik, paling aman, dan up-to-date berbasis sains kecantikan internasional.

Dalam sebuah edukasi terbarunya di acara Media Gathering: Lebih Paham Melasma, Lebih Tepat Penanganannya bersama Xela Rederm & AQ Skin Solutions yang diadakan pada 15 Juli 2026 di Jakarta, dr. Ratna membagikan pandangan mendalam mengenai salah satu masalah kulit yang paling ditakuti sekaligus paling menantang bagi wanita Indonesia, yaitu melasma atau noda hitam.

“Melasma ini sangat challenging. Kompleks sekali. Banyak pasien yang ingin instan, sekali dua kali datang langsung hilang. Padahal, penanganan melasma itu butuh pendekatan yang komprehensif, kesabaran, dan konsistensi tinggi,” ungkap dr. Ratna hangat.

Menariknya, dr. Ratna menekankan bahwa ketika noda hitam mulai muncul, pertanyaan pertamanya bukanlah sekadar apa yang terjadi pada kulit, melainkan apa yang sedang terjadi pada tubuh kita secara keseluruhan. Masalah melasma sangat berkaitan erat dengan sistem metabolisme tubuh, mulai dari faktor genetik, paparan sinar matahari, radikal bebas, hingga ketidakseimbangan hormonal.

Secara medis, melasma sendiri terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan lapisannya, mulai dari Epidermal Melasma yang berada di lapisan luar kulit dengan ciri berwarna kecokelatan dan batas tegas, hingga Dermal Melasma yang terletak di lapisan kulit lebih dalam dengan kecenderungan warna keabu-abuan serta batas yang tidak begitu jelas.

Untuk mengatasi melasma yang terlanjur menebal (exogenous atau akibat iritasi), dr. Ratna menjelaskan bahwa perawatan tidak bisa hanya mengandalkan produk skincare bebas yang dijual di pasaran (Over The Counter/OTC). Dibutuhkan kombinasi penanganan medis terstruktur antara terapi farmasi dan non-farmasi di bawah supervisi dokter.

Di dalam kliniknya, salah satu kombinasi mutakhir yang diterapkan dr. Ratna adalah melakukan terapi redermalisasi. Terapi ini mengombinasikan Hyaluronic Acid dan Succinic Acid dengan Growth Factors (seperti AQ Serum) untuk memperbaiki kualitas kulit secara mendalam, menekan proses inflamasi, serta mempercepat regenerasi selular sehingga tampilan hiperpigmentasi dapat membaik secara signifikan.

Sebagai seorang ibu yang juga memperhatikan anak-anak mudanya agar tidak mudah keracunan (FOMO) tren skincare asal-asalan dari influencer, dr. Ratna menitipkan pesan penting untuk para wanita muda dan para ibu yang memiliki anak remaja.

Banyak yang mengira perawatan anti-penuaan atau pencegahan flek baru dimulai saat usia menginjak 40 tahun atau menjelang menopause. Padahal, dr. Ratna menjelaskan bahwa proses penuaan dimulai dari Stage 1 Aging di usia 20-30 tahun, di mana kulit secara permukaan memang tampak masih kencang dan segar, namun kualitas kolagen di lapisan dalam sebenarnya sudah mulai menurun, sehingga jika tidak dirawat sejak tahap ini, noda hitam akan langsung melompat ke permukaan saat memasuki tahapan usia berikutnya.

Tren menumpuk berbagai macam bahan aktif skincare (layering) saat ini sangat digandrungi. dr. Ratna menjelaskan bahwa layering seperti menggabungkan Retinol dan Hyaluronic Acid sebenarnya sah-sah saja dan bisa saling bersinergi secara positif, asalkan ada indikasi yang tepat dan di bawah supervisi medis. Menumpuk produk tanpa tahu kebutuhan kulit justru memicu iritasi berkepanjangan yang berujung pada melasma.

Namun, di atas semua langkah skincare tersebut, ada satu hal yang sifatnya wajib dan tidak boleh ditawar: Tabir Surya (Sunscreen).

“Kita mungkin sesekali tidak konsisten dengan krim malam karena lupa, tetapi penggunaan tabir surya setiap hari dengan perlindungan spektrum luas dan SPF tinggi tidak boleh tidak konsisten. Itu proteksi wajib agar hasil terapi optimal dan melasma tidak gampang kambuh,” tegasnya.

Di akhir penjelasannya, dr. Ratna memberikan ketenangan bagi para wanita bahwa melasma murni masalah estetika kulit dan tidak akan berubah menjadi kanker kulit yang membahayakan nyawa. Namun, ia mengingatkan agar wanita Indonesia berhati-hati terhadap produk abal-abal atau kosmetik daring ilegal yang mengandung Merkuri, karena zat berbahaya tersebut dapat menyebabkan kerusakan masif secara sistemik hingga merusak organ ginjal.

Merawat kulit adalah perjalanan panjang yang membutuhkan harmoni antara kesabaran pasien dan keahlian dokter. Lewat dedikasinya di Hayyu, dr. Ratna Yuliarviana terus membuktikan bahwa cantik sejati dimulai dari kulit yang sehat, dirawat dengan cara yang aman, dan dihargai prosesnya setahap demi setahap. (Des)

Exit mobile version