
WANITAINDONESIA.CO – Aesthetic medicine merupakan ranah medis yang membutuhkan penanganan profesional lewat keilmuan yang bisa dipertanggungjawabkan.
Sabtu siang menjadi momen menarik bila ekosistem evidence -based medicine berkumpul, sharing ilmu berbicara tentang perkembangan terbaru dunia regenerative aesthetic medicine.
“Anda tahu, bila para dokter aesthetic dengan beragam latar belakang keilmuan mumpuni sudah memberikan pencerahan ke sahabat media?, waktu seperti berlari begitu cepat di “Regenerative Medical Aesthetic Outlook 2026”
Beragam insight menarik hadir, membuat semangat untuk memberitakan perkembangan terbaru produk terbaik, bagi ekosistem Aesthetic Indonesia kian menyala.
Penting untuk mewujudkan goals ihwal kecantikan hakiki serta kulit sehat terawat
akan semakin dekat, aman, mudah, dan optimal.
Dari 5 pembicara inspiratif dr.Deasy Lius,Sp.DVE, dr.Lanny Juniarti, Dipl.AAAM., dr. Elfin, M. Biomed (AAM), dr.Jefri Setiawan, Dipl. AAAM, dan dr.IGN Probo Suteja, Wanitaindonesia.co merangkum pemaparan dua narasumber inspiratif yakni dokter Deasy Lius, dan dokter Lanny Juniarti.
Menurut dr. Deasy statement lifestyle masyarakat sekarang, khususnya kelompok Gen-Z berbeda jauh dari generasi sebelumnya.
Mereka memiliki goals tubuh sehat dengan wajah terawat secara paripurna. Tak lagi mementingkan barang-barang branded.
Definisi hidup bahagia selamanya hanya bisa diwujudkan lewat capaian tersebut, karena ketika nanti waktunya menua Gen-Z tak mau sengsara seperti generasi sebelumnya. Terpuruk karena didera oleh beragam penyakit, mereka ingin terus sehat, bugar, bahagia serta memesona.
“Bagi mereka, investasi untuk kesehatan tubuh, dan kulit bukanlah perkara mudah. Lekat dengan upaya, kerja keras, konsistensi dengan berpedoman kepada perkembangan sains, dan teknologi terbaik.”
“Capaian ini tak serta-merta hanya dengan mengandalkan kemapanan finansial semata. Tapi lekat dengan upaya sepenuh hati serta harus konsisten guna mewujudkan goals mereka.”
“Yang lagi jadi perbincangan muncul istilah “No Make-up-Make-up”. Bila diartikan mereka merawat wajah dengan menggunakan make-up tapi seperti yak memakai make-up
dikarenakan produk serta teknik yang mereka gunakan menghasilkan make-up yang natural, tak mencolok maupun “berteriak.”
“Yap mereka menginginkan make-up maupun treatment natural yang dianggap seksi dalam upaya untuk tampil maksimal.”
“Bicara tentang aging skin, Gen-Z ini sadar, bahwa hal ini terkait dengan kolagen di dalam kulit. Mendengar kolagen para skin enthusiast pasti tertarik, berupaya mengulik serta mendapatkannya.”
“Menurut jurnal, seiring bertambahnya usia dimulai sejak 25 Tahun, kadar kolagen akan mulai menurun. Tidak banyak sih hanya satu persen setiap tahun, sehingga tak terlihat secara kasat mata.”
“Proses ini akan terus berlanjut setiap tahunnya, hingga ketika seseorang memasuki usia 40 Tahun.”
“Penurunan kolagen tersebut nyata terlihat. Diibaratkan sebagai fondasi kesehatan serta kecantikan kulit yang sangat dipengaruhi oleh ketersediaan kolagen.”
“Dampak penurunan kolagen mulai terlihat dengan ciri khas seperti kulit wajah keriput, muncul flek, warna kulit wajah yang tak merata, dan kulit kering, “urainya.

Teknologi Terbaik PLLA-Lasynpro™
“Teknologi di bidang kolagen mengenal kolagen stimulator. Fungsinya untuk menstimulasi kolagen yang telah berkurang dengan cara menyuntikkan produk kolagen hingga jumlah kolagen di dalam kulit akan naik secara signifikan.”
“Bila dicerna kolagen stimulator merupakan bahan polimer yang disuntik ke dalam kulit. Jadi bukan kolagenya, apalagi kolagen kuda, kolagen sapi yang disuntikkan ke dalam kulit, melainkan sesuatu bahan yang berfungsi untuk mengaktifkan kembali sel-sel di dalam kulit untuk memproduksi kolagen.”
“Jadi ingat skin enthusiast yang cerdas justru menginginkan kolagen yang berasal dari tubuh yang bisa digandakan jumlahnya, “terang dokter Deasy.
“Produk kolagen stimulator itu sungguh luar biasa, tapi patut dipahami walau tergolong produk berkualitas apakah harus dimasukkan dalam jumlah besar dikarenakan pasiennya mau membayar berapapun serta tidak berkeberatan karena menginginkan wajah terlihat awet muda? Tentu saja sebagai dokter saya tegas akan mengatakan tidak.”
“Jadi bila berbicara ihwal kolagen stimulator yang dikenal sangat bagus molekulnya serta disuntikkan ke dalam kulit dengan dosis seimbang, tentunya akan menghasilkan proses regeneratif.”
“Namun bila kadarnya berlebihan tubuh akan bereaksi seperti terjadinya fibrosis (jaringan dalam kulit wajah menyerupai scars), tentu orang tak menginginkannya, “imbuh dokter Deasy.
“Nah disinilah peran penting kolagen stimulator. Walau unggul, masih banyak yang belum memahami bahwa produk kolagen stimulator bisa tak optimal tak berdampak regeneratif, “ungkapnya.
“Karenanya wajib diaplikasikan lewat tenaga ahli yang berpengalaman, mereka akan memastikan cara pengaplikasian yang benar serta penggunaan dosis yang tepat, agar tak berdampak munculnya reaksi fibrosis.”
“Skin enthusiast harus menyadari dalam setiap medical procedur tidak ada yang tanpa risiko. Dalam setiap tindakan medis selalu ada efek samping. Karenanya penting untuk mencari tenaga ahli yang berpengalaman, yang akan menghilangkan dampak tersebut.”
“Ini yang selalu saya tekankan kepada para pasien, termasuk kepada pasien walau mereka tetap, yang sesungguhnya sudah sangat paham dengan kondisi ini.”
“Oleh karenanya saya tak pernah bosan untuk meminta pasien untuk mencari produk dengan benefit tinggi, dengan risiko yang serendah mungkin tanpa harus tergoda dengan semua yang sedang viral, over klaim maupun harga affordable yang tak masuk akal, “ujar dokter Deasy.
Dokter Deasy menambahkan, “Jika ada yang bertanya lalu bagaimana dengan filler setelah adanya kolagen stimulator? Awalnya ketika baru mengenal produk kolagen stimulator saya agak cemas. Maklumlah walau profesional saya tetap seorang wanita berjiwa penuh kehati-hatian. ”
“Sempat gundah tak berani mengaplikasikannya. Takut, cemas kalau sudah masuk ke dalam kulit serta berdampak buruk, hal ini tak akan bisa dihilangkan.”
“Waktu itu saya menganggap bahwa filler jauh lebih aman, dibandingkan dengan kolagen stimulator. Seandainya dalam praktik filler ternyata berdampak negatif, saya tinggal memberikan enzim agar mudah terurai. Tapi tidak dengan kolagen stimulator.”
“Filler itu ada tempatnya, demikian pula kolagen stimulator. Karenanya penting untuk mengetahui jenis produk, karekteristik, cara menyuntik serta kebutuhan pasien yang sangat beragam.”
“Lewat pengalaman serta sifat kehati-hatian saya selaku profesional di industri estetik, ada pesan penting yang bisa ditangkap oleh sejawat dokter.”
“Sebelum mengaplikasikan sebuah produk, dokter harus melihat evidence-based medicine.”
“Bila diurai harus mengetahui bahan dasar produknya itu apa saja. Ada tidak jurnal ilmiah yang mendasari kehadiran produk tersebut. Lanjut mencari tahu apakah jurnal ilmiah tersebut bisa dipercaya? Dokter tak boleh tergoda hanya untuk menjual produknya saja.”
“Sebelum saya memiliki kepercayaan penuh terhadap kolagen stimulator, saya harus mampu memahami ihwal hal-hal fundamental dari produk tersebut. Sekali lagi saya tekankan wajib membaca banyak jurnal, meneliti sumbernya satu persatu hingga saya yakin bahwa produk Julaine itu nyata manfaatnya.”
“Dokter harus mampu memilah serta memilih produk berkualitas dengan berpedoman kepada data keamanan efikasi ke pasien dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Dan dokter juga harus menggunakan produk sebelum dipromosikan ke pasiennya.”
“Kalian bisa membuktikan sendiri lewat pengalaman saya seputar efikasi produk. Sebagai pengingat buat sejawat serta konsumen, aesthetic medicine itu tak sama dengan salon kecantikan, namun harus berpegang serta mengutamakan kebutuhan personal setiap pasien. Tak boleh larut dengan apa kata orang, “pungkas dokter Deasy.

The Royal Collagen Stimulator
Turut berbagi pendapat Dr. Lanny, siang itu tampil stylish dengan sleeveless dress tartan, looknya asimetris dengan statement origami pleats.
Dokter yang juga berperan sebagai influencer kecantikan ini, mengamini apa yang telah dipaparkan oleh sejawatnya dr. Deasy, ihwal lifestyle Gen-Z yang lebih memprioritaskan gaya hidup sehat, memiliki tubuh proporsional, wajah segar bercahaya natural.
“Membicarakan regenerative aesthetic kita sudah sangat familiar dengan istilah aesthetic medicine. Ini sudah ada serta berkembang sejak puluhan tahun lalu. Dan kekinian berkembang pesat di Indonesia.”
“Belakangan muncul istilah baru yakni regenerative aesthetic. Konsep ini terbilang cukup menantang bagi kami para dermatologi, juga tak kalah penting buat rekan-rekan media yang memiliki konsen pemberitaan seputar beauty, dan lifestyle. Istilah regeneratif aesthetic viral di bahas di seminar medis bahkan di ruang-ruang terbuka publik.
Menurut dokter Lanny regenerative aesthetic tidak harus selalu berkaitan dengan kolagen. Ada sejumlah syarat seperti konsep regeneratif aesthetic bukan hanya sekedar memasukkan bahan ke dalam kulit, dan bagaimana dampak jangka panjangnya. Upayanya dapat ditemukan dari produk Julaine.
Inovatif terdepan Julaine hadir dengan teknologi yang sangat unik. Produk Swedia diformulasi dengan bahan aktif Poly-L-Lactic Acid (PLLA), yang merupakan bahan populer di industri aesthetic.
“Yang membedakan PLLA dengan yang lainnya terdapat karakter pada proses produksi. Ini berkat peran signifikan R&D di lab untuk merumuskan karakter PLLA seperti apa, yang mampu memberikan banyak manfaat tapi minim resiko. Kemudian hadir teknologi PLLA-Lasynpro™ yang diaplikasikan pada Julaine, “urai dokter Lanny.
“Teknologi PLLA-Lasynpro™ dibentuk direkayasa di lab dalam wujud mikrosfer. Cirinya berbentuk bundar padat dengan permukaan rata serta halus. Memiliki ukuran yang sama, dengan bentuk yang sangat halus, tak terlihat langsung oleh mata serta memiliki pori.”
“Dengan pengukuran yang sudah didesain tersebut, sehingga akan berintegrasi setelah disuntikkan sebuah bahan, agar dapat menjadi bio stimulator yang tak memberikan dampak negatif.”
“Desain yang inovatif ini bertujuan agar bahan dapat terurai secara perlahan, sehingga akan memberikan efek bertahap, gradual serta tahan cukup lama, “ungkap dokter Lanny.
“Julaine mengandung bahan murni dengan ukuran ideal. Juga memiliki berat molekul yang ideal, sehingga tidak mudah terurai di dalam kulit, juga tak boleh bertahan selamanya.
Produk tak akan merangsang peradangan secara berlebihan.”

Inovasi & Keunikan Produk
“Ini merupakan keunikan dari teknologi PLLA Lasynpro™, yang mampu mengakomodir kebutuhan akan rangsangan kolagen secara progresif serta optimal. Namun tetap terkontrol, “jelasnya.
“Apa yang terjadi bila pengadaannya tak terkontrol, berlebihan serta berlangsung lama? kulit akan menjadi tak lentur, kaku walau kulit mengandung kolagen yang cukup banyak.”
“Yang patut dijadikan acuan oleh ekosistem aesthetic Indonesia, tidak semua pabrik mampu memproduksi bentuk PLLA-Lasynpro™ yang sangat unik seperti ini. Microsfear akan terurai dalam waktu yang cukup lama, tapi masih terkontrol tidak berlebihan,” imbuhnya.
“Pengaplikasian Julaine dilakukan lewat cara suntik, dan akan bekerja secara maksimal ketika diinjeksi ke dalam lapisan kulit. Microsfear akan bekerja aktif ketika disuntik serta berinteraksi dengan sistem kekebalan tubuh.”
“Cara kerjanya seperti vaksin, dengan reaksi imun yang terkendali. Zat yang terkandung di dalamnya tidak berbahaya ketika berada di dalam tubuh, dikarenakan telah melalui tahap pemurnian. Adapun bahan-bahan yang tidak diinginkan sudah dihilangkan, “jelas dokter Lanny.
“Pada saat diproduksi, dan diujikan secara klinis, setelah disuntikan, produk akan dipantau terus-menerus selama 52 Minggu.”
“Pemantauan tersebut menghasilkan sebuah kesimpulan, berkat Julaine kolagen akan tumbuh lebih banyak serta dengan hasil peradangan yang minim.”
“Boleh dibilang hampir tidak ada bila dibandingkan dengan pemakaian produk lainnya. Pertumbuhan pembuluh darahnya juga sangat baik,”cetusnya.
“Hasil pengaplikasian produk bisa dirasakan pasien, saat satu bulan pertama mulai terlihat adanya perubahan, walau belum sempurna yakni sebanyak 44 persen.”
“Memasuki bulan kedua, lebih dari 62 persen perubahan itu terlihat nyata. Ini selaras dengan teori regenerative aesthetic yang menawarkan hasil yang tak instan, melainkan berproses secara bertahap.”
“Kemudian untuk selanjutnya, dalam kurun waktu tertentu akan turun. Ini merupakan konsep dari regenerative aesthetic, yang mana kita memasukkan bahan kemudian tubuh akan merespon semuanya.”
“Dampak nyata yang bisa dirasakan oleh pasien setelah mereka mengaplikasikan produk Julaine, hasil estetikanya akan jauh lebih baik. Kulit wajah terasa kenyal, plumpy, kerut perlahan menghilang serta garis senyum terlihat tak terlalu kentara, “pungkas dokter Lanny. (*)




