Berpeluang Masuk Pasar Modal, Waralaba Lokal Diingatkan Perkuat Fundamental Bisnis

Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman saat berbicara dalam event Indonesia Franchise & Business Concept di Tangerang, Banten, Jumat (6/11/2026). (Foto: Dok Kementerian UMKM)

WANITAINDONESIA.CO – Industri waralaba nasional kini terbuka peluang untuk meningkatkan skala usaha sebagai salah satu penggerak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) naik kelas.

Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman mengatakan, bisnis waralaba lokal diharapkan mampu membangun fundamental usaha yang kuat, mengakses sumber pembiayaan lebih luas, hingga menembus pasar internasional.

“Franchise bukan sekadar model kemitraan untuk memperluas jaringan usaha, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk mendorong UMKM naik kelas. Kita ingin semakin banyak merek lokal yang memiliki fundamental bisnis kuat, sistem operasional terstandar, dan tata kelola profesional sehingga mampu berkembang menjadi perusahaan yang lebih besar dan berdaya saing,” kata Bagus di Tangerang, Banten, Jumat (6/11/2026).

Dia menjelaskan, salah satu peluang peningkatan skala usaha yang menjadi perhatian adalah akses pembiayaan melalui pasar modal.

Baca Juga :  OJK pastikan Pasar Modal Tembus Rp186,03 Triliun, Meski Kondisi Global Masih Bergejolak

“Pengusaha franchise yang memiliki fundamental bisnis kuat dan memenuhi persyaratan berpeluang memperoleh pendanaan melalui Papan Akselerasi Bursa Efek Indonesia (BEI), sebagai salah satu tahapan menuju perusahaan terbuka atau Initial Public Offering (IPO),” ujar Bagus.

Lebih lanjut, kata Bagus mengungkapkan, sekitar 43 usaha kecil dan menengah telah memanfaatkan Papan Akselerasi dengan total penghimpunan dana mencapai Rp2 triliun.

Capaian itu menunjukkan pasar modal dapat menjadi alternatif sumber pembiayaan untuk mempercepat pertumbuhan perusahaan skala kecil dan menengah.

Selain pasar modal, pemerintah juga mengoptimalkan akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Bagus pun mengajak para pemilik waralaba (franchisor) dan calon mitra waralaba untuk memanfaatkan pembiayaan KUR dalam memulai maupun meningkatkan skala usaha.

Baca Juga :  Bocoran Kerja Sama Jakarta-Guangdong: Dari Modernisasi Air hingga Peluang Emas Bisnis

“Kami ingin membuka semakin banyak alternatif pembiayaan bagi UMKM dan franchise. Tidak hanya melalui pembiayaan perbankan seperti KUR, tetapi juga melalui pasar modal. UMKM yang telah memenuhi persyaratan dan memiliki kesiapan bisnis perlu didorong untuk memanfaatkan Papan Akselerasi sebagai salah satu jalan menuju perusahaan terbuka,” tutur Bagus.

Meski begitu, ia menekankan, peningkatan skala usaha harus diiringi dengan fundamental bisnis yang kuat. Standardisasi prosedur operasional (Standard Operating Procedure/SOP), konsistensi kualitas produk dan layanan, tata kelola profesional, serta perlindungan merek menjadi elemen penting dalam membangun bisnis waralaba berkelanjutan.

Legalitas usaha, termasuk pemenuhan ketentuan Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW), juga perlu mendapat perhatian agar hubungan antara pemilik dan mitra waralaba berjalan profesional serta memberikan kepastian hukum.

Baca Juga :  Dhompet Dhuafa Ajak Ekosistem UMKM Wanita Indonesia Ikuti Strategi Bisnis Sesuai Sunah Mumpuni Membaca Zaman

Kementerian UMKM juga menyiapkan pengembangan program Holding UMKM berbasis klaster untuk meningkatkan keterhubungan antarpengusaha sekaligus membangun ekosistem bisnis yang terintegrasi.
Bagus turut menegaskan pentingnya meningkatkan daya saing merek waralaba lokal di pasar internasional. Pasar domestik yang kuat harus menjadi fondasi ekspansi global. Merek lokal perlu mempersiapkan kualitas produk, sistem bisnis, kapasitas manajemen, serta standar operasional agar mampu memenuhi kebutuhan dan menghadapi persaingan di pasar internasional.

“Kita harus membangun merek lokal yang kuat di negeri sendiri, tetapi jangan berhenti hanya di pasar domestik. Merek-merek franchise Indonesia harus berani tumbuh melampaui batas, memperluas pasar, dan membuktikan bahwa produk serta model bisnis lokal mampu bersaing di tingkat internasional. Inilah semangat Grow Beyond Boundaries,” kata Bagus menambahkan. (yud)