Site icon Wanita Indonesia

Berat Badan Bayi Tak Kunjung Naik, Kapan Susu Formula Dibutuhkan? Ini Penjelasan Dokter

dokter spesialis anak, dr. Agnes Tri Harjaningrum, Sp.A . Foto : Istagram.

WANITAINDONESIA.CO – Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi terbaik bagi bayi, terutama pada enam bulan pertama kehidupannya. Karena itu, pemberian ASI eksklusif menjadi rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan RI.

Namun, dalam praktiknya, tidak semua ibu dapat langsung memenuhi kebutuhan ASI si kecil. Produksi ASI yang belum mencukupi, masalah pelekatan, hingga kemampuan bayi menyusu yang kurang efektif bisa membuat asupan nutrisi tidak terpenuhi secara optimal.

Dalam kondisi tertentu, pemberian susu formula dapat menjadi pilihan untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi bayi. Lantas, kapan orang tua perlu mempertimbangkannya?

Dokter spesialis anak, dr. Agnes Tri Harjaningrum, Sp.A., menjelaskan bahwa salah satu indikator penting yang perlu diperhatikan adalah perkembangan berat badan bayi.

Bayi baru lahir memang umumnya mengalami penurunan berat badan dalam beberapa hari pertama. Namun, berat badan tersebut biasanya kembali ke angka saat lahir dalam satu hingga dua minggu, kemudian meningkat secara bertahap mengikuti kurva pertumbuhan.

Jika berat badan bayi tidak bertambah, stagnan, atau justru mengalami penurunan, orang tua perlu segera mencari tahu penyebabnya.

Berat Badan Turun, Tanda Asupan Bayi Perlu Dievaluasi

Dalam video edukasi yang diunggah melalui akun Instagram @meet.dr_agnes, dr. Agnes membagikan pengalaman saat memeriksa seorang bayi laki-laki berusia satu bulan 21 hari.

Bayi tersebut lahir dengan berat badan 3,1 kilogram. Namun, saat diperiksa, berat badannya justru turun menjadi 2,75 kilogram.

“Nah Ibu, jadi kan ini anaknya nggak tumbuh ya. Nah ternyata tuh ASI-nya kurang,” ujar dr. Agnes kepada orang tua pasien.

Berdasarkan pengukuran menggunakan standar pertumbuhan WHO, bayi tersebut masuk kategori berat badan sangat kurang dan mengalami wasting, yakni kondisi ketika berat badan terlalu rendah dibandingkan panjang badan.

Kondisi ini tentu perlu mendapat perhatian serius. Sebab, pada usia awal kehidupan, kecukupan nutrisi berperan penting dalam mendukung pertumbuhan fisik sekaligus perkembangan otak bayi.

Mengapa Nutrisi di Awal Kehidupan Sangat Penting?

Masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan periode penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Pada fase ini, otak berkembang dengan sangat pesat sehingga kebutuhan energi dan nutrisi harus terpenuhi.

Kekurangan asupan dalam periode tersebut dapat mengganggu proses tumbuh kembang. Karena itu, ketika berat badan bayi tidak bertambah sesuai harapan, kondisi tersebut tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele.

Menurut dr. Agnes, kebutuhan nutrisi bayi harus segera dipenuhi agar pertumbuhan dan perkembangannya tidak semakin terganggu.

ASI Donor atau Susu Formula, Mana yang Dipilih?

Ketika produksi ASI ibu belum mencukupi kebutuhan bayi, ada beberapa pilihan yang dapat dipertimbangkan dengan pendampingan tenaga medis.

Menurut dr. Agnes, ASI donor dapat menjadi salah satu pilihan. Namun, apabila sulit diperoleh dan kebutuhan nutrisi bayi harus segera dipenuhi, susu formula dapat diberikan sementara berdasarkan indikasi medis.

“Jadi mau nggak mau sementara dibantu susu formula,” jelasnya.

Meski demikian, pemberian susu formula bukan berarti ibu harus menghentikan upaya menyusui. Dokter tetap mendorong peningkatan produksi ASI agar bayi dapat kembali memperoleh ASI secara optimal ketika kondisinya sudah memungkinkan.

“Tapi ini bukan seterusnya ya. Nanti kalau ASI ibu sudah banyak, berat badannya sudah naik, kita akan balik lagi ke ASI ya,” tambah dr. Agnes.

Dengan demikian, susu formula dapat menjadi dukungan nutrisi sementara ketika ASI belum mencukupi, terutama apabila kondisi bayi membutuhkan penanganan segera. Keputusan pemberiannya perlu mempertimbangkan hasil pemeriksaan dan kebutuhan masing-masing bayi.

Pantau Pertumbuhan Bayi, Jangan Hanya Mengandalkan Perkiraan

Pengalaman tersebut menjadi pengingat bagi orang tua bahwa memastikan bayi kenyang saja belum cukup. Pertumbuhan dan kenaikan berat badan juga perlu dipantau secara berkala.

Orang tua dapat melakukan pemeriksaan rutin di posyandu, puskesmas, atau dokter anak. Hasil pengukuran berat badan dan panjang badan sebaiknya dicatat dalam kurva pertumbuhan pada Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).

Pemantauan ini membantu mendeteksi lebih awal apabila pertumbuhan bayi mengalami hambatan, sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum kondisinya semakin berat.

Kabar baiknya, gangguan pertumbuhan akibat kekurangan asupan nutrisi dapat ditangani apabila diketahui dan mendapatkan penanganan yang tepat sejak dini.

Bagi ibu yang mendapati berat badan si kecil tidak bertambah atau justru menurun, jangan menunggu terlalu lama untuk berkonsultasi dengan dokter anak. Sebab, setiap bayi memiliki kebutuhan yang berbeda, dan memastikan kecukupan nutrisi merupakan bagian penting dalam menjaga tumbuh kembangnya.

Pada akhirnya, memberikan ASI tetap menjadi prioritas, tetapi kesehatan dan kecukupan nutrisi bayi harus selalu menjadi perhatian utama. Tidak perlu merasa gagal ketika dalam kondisi tertentu bayi membutuhkan tambahan susu formula. Yang terpenting adalah memastikan si kecil mendapatkan asupan yang cukup agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. (ver)

Exit mobile version