Bayar Kopi Cukup Senyum, Teknologi Pengenalan Wajah Mulai Diuji di Inggris

Ilustrasi bertransaksi menggunakan teknologi pengenalan wajah. Gdi

WANITAINDONESIA.CO — Membayangkan transaksi pembayaran yang begitu praktis tanpa perlu merogoh dompet untuk mengambil kartu atau dompet digital (e-wallet) di dalam ponsel pintar kini bukan lagi sekadar impian fiksi ilmiah. Pengalaman berbelanja yang sangat praktis ini mulai dihadirkan di Inggris melalui uji coba sistem pembayaran transaksi berbasis autentikasi pemindaian wajah.

Melansir laporan dari Engadget, perusahaan teknologi finansial Revolut resmi meluncurkan uji coba sistem pembayaran pemindaian wajah (facial recognition) pertama di toko fisik Inggris. Fitur inovatif yang diberi nama Pay with Smile ini memungkinkan pelanggan menyelesaikan pembayaran kasir hanya dengan melemparkan senyuman ke arah layar kasir.

Uji coba perdana ini dijalankan pada mesin kasir Revolut Register, sebuah perangkat keras titik penjualan (point-of-sale) dua layar yang menggabungkan fungsi perbankan dan operasional toko. Untuk tahap awal hingga tanggal 26 September, teknologi ini dipasang di beberapa gerai kafe Kiss the Hippo yang tersebar di kawasan Bloomsbury, Chelsea, dan Soho, London.

Baca Juga :  Inggris Siapkan Rp96 Triliun Bangun Kereta Modern Indonesia

Proses verifikasi identitas bekerja secara instan dengan mencocokkan data biometrik (biometric data) pembeli dengan foto swafoto (selfie) yang telah terdaftar di aplikasi Revolut saat pendaftaran awal. Alex Codina, General Manager Merchant Acquiring di Revolut, menyatakan bahwa inovasi ini dirancang untuk memangkas kerumitan proses transaksi di kasir.

“Dengan menggabungkan pemrosesan berkinerja tinggi dan teknologi pengenalan wajah, kami menggantikan mesin kasir lama yang terpisah-pisah dengan pengalaman pembayaran super efisien yang dirancang untuk menyelesaikan kendala konsumen maupun pedagang,” ujar Alex Codina.

Baca Juga :  Sentuhan Sains dan Teknologi Bawa Jakarta Menuju Kota Dunia

Isu keamanan dan privasi data biometrik yang sering menjadi kekhawatiran publik turut diantisipasi oleh pihak perusahaan. Revolut menegaskan bahwa seluruh data pribadi diproses sepenuhnya di dalam lingkungan aplikasi milik mereka sendiri (proprietary application environment) tanpa dibagikan ke pihak luar. Selain itu, templat pemetaan wajah (facial embeddings) yang digunakan selama transaksi akan langsung dihapus setelah pembayaran terkonfirmasi, sehingga pihak pedagang tidak menyimpan data biometrik pembeli sama sekali.

Meski konsep pembayaran berbasis wajah ini terdengar sangat baru di Eropa, teknologi serupa sebenarnya sudah diterapkan di beberapa negara Asia. Raksasa teknologi Tiongkok, Alipay, telah memperkenalkan sistem bernama Smile to Pay sejak tahun 2017 di gerai KFC Hong Kong, disusul oleh Tencent yang meluncurkan mesin pembayaran wajah Frog Pro pada tahun 2019.

Baca Juga :  Indowood Expo 2026 Hadirkan Teknologi dan Inovasi untuk Masa Depan Industri Mebel Nasional

Hadirnya inovasi Pay with Smile menjadi sinyal kuat bahwa arah transaksi masa depan akan bergerak ke arah yang semakin praktis, serba cepat, dan tanpa sentuhan. Sungguh menarik untuk dinantikan apakah metode pembayaran berbasis senyuman ini kelak akan diadaptasi secara luas di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. (Gdi)