Site icon Wanita Indonesia

Ashoka Umumkan 12 Inisiatif Terbaik Gaharu Bumi Innovation Challenge 2026

Para penerima penghargaan 12 Inisiatif Terbaik Gaharu Bumi Innovation Challenge (GBIC) 2026 dari empat kategori, yakni Keluarga, Guru, Orang Muda, dan Komunitas, yang menghadirkan berbagai inovasi sosial untuk menciptakan ruang hidup yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan. Foto : WanitaIndonesia.co

WANITAINDONESIA.CO – Kepedulian sederhana bisa menjadi awal dari perubahan besar. Semangat tersebut tercermin dalam Gaharu Bumi Innovation Challenge (GBIC) 2026 yang digelar Ashoka Indonesia dengan menghadirkan 12 inisiatif terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.

Pada penyelenggaraan tahun ini, GBIC menerima 677 pendaftar dari 250 kabupaten/kota di 21 provinsi. Setelah melalui tiga tahap seleksi, terpilih 12 inovasi sosial dari empat kategori, yakni Keluarga, Guru, Orang Muda, dan Komunitas.

Direktur Regional Ashoka Asia Tenggara, Nani Zulminarni, mengatakan bahwa setiap orang memiliki potensi menjadi penggerak perubahan atau changemaker.

“Perubahan tidak selalu dimulai dari kebijakan besar atau institusi besar. Perubahan sering kali dimulai dari kepedulian seseorang terhadap masalah yang dilihat setiap hari,” ujar Nani dalam konferensi pers GBIC 2026 di Ke Ruang Bersama, Jakarta, Jumat (6/11/2026).

Adapun 12 inisiatif terbaik yang terpilih meliputi:

Kategori Keluarga:

  1. Majorie Jatining Surya – Kebon Tamantirto (DI Yogyakarta).
  2. Meybi Agnesya Lomanledo – Timor Moringa (NTT).
  3. Erna Listiani – Taman Baca Ersalrif (Jakarta).

Kategori Guru:

4. Ridwan – SEMAI (Sulawesi Selatan).
5. Refol Malimpu – Kelas Kreatif Berbasis Alam Papua (Papua Pegunungan).
6. Wiwin Asriningrum – Rumah Karya Ilmiah Sanggau (Kalimantan Barat).

Kategori Orang Muda:

7. Moch Yugo Dwi Satriyo & Jamilah – Buta Digital (Jawa Timur).
8. Calvin Jonathan Santoso & Sanitera Chrisfelice – InvesKids (Jawa Tengah).
9. Affan Nararya Alghifari & Zahra – Welas: Seia Sekata Dalam Rasa (Jawa Tengah).

Kategori Komunitas:

10. Nelda Hannia – Yo’ra Hero (NTB).
11. Hasna Mufidah – Fantasi Tuli (DKI Jakarta).
12. Fris Frins Pionirissian – Ngawi Tekno (Jawa Timur).

Beragam inovasi tersebut menghadirkan solusi nyata untuk berbagai persoalan masyarakat, mulai dari pelestarian sumber air, pemberdayaan ekonomi lokal, pendidikan, literasi keuangan, akses teknologi bagi penyandang disabilitas, hingga pelestarian budaya.

Proses penentuan 12 inisiatif terbaik dilakukan melalui seleksi bertahap dengan mempertimbangkan lima aspek, yaitu relevansi terhadap persoalan masyarakat, kreativitas solusi, komitmen pelaksanaan, kemampuan membangun kolaborasi, serta ketepatan dalam menjawab akar permasalahan. Para finalis juga mempresentasikan gagasannya di hadapan panel penilai untuk menunjukkan potensi dan keberlanjutan program yang dijalankan.

Menurut Nani, para finalis GBIC 2026 memperlihatkan bahwa inovasi tidak harus lahir dari lembaga besar. Rumah, sekolah, dan komunitas dapat menjadi ruang awal tumbuhnya solusi yang membawa manfaat bagi banyak orang. Karena itu, Ashoka Indonesia mendorong keterlibatan pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat sipil untuk mendukung serta memperluas dampak berbagai inisiatif tersebut.

Nani menegaskan, keberhasilan para inovator tidak berhenti pada penghargaan. Dukungan dan kolaborasi lintas sektor diperlukan agar inisiatif yang telah tumbuh di tingkat lokal dapat memberikan dampak lebih luas.

Melalui GBIC 2026, Ashoka Indonesia berharap semakin banyak individu dan komunitas berani mengambil peran dalam menciptakan lingkungan yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.

Sebab, perubahan besar dapat dimulai dari kepedulian kecil yang diwujudkan melalui aksi nyata. (wib)

Exit mobile version