Site icon Wanita Indonesia

Ancaman Tersembunyi di Balik Kehamilan, Simak Pesan Penting IBI!

Ilustrasi ibu hamil.

WANITAINDONESIA.CO – Masalah kesehatan ibu dan anak di Indonesia masih menghadapi tantangan besar. Salah satu “musuh tak terlihat” yang sering disepelekan namun berdampak fatal adalah anemia pada ibu hamil.

Ketua Umum Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Ade Jubaedah, memperingatkan bahwa anemia bukan sekadar merasa pusing atau lemas biasa. Kondisi ini merupakan faktor utama yang menghambat peningkatan kualitas kesehatan generasi mendatang.

Anemia yang tidak tertangani dapat memicu rantai komplikasi yang membahayakan nyawa.

Berikut adalah risiko yang dipaparkan oleh IBI:

  1. Bagi Janin: Berisiko melahirkan bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), kelahiran prematur, hingga potensi kelainan kongenital.
  2. Bagi Ibu: Meningkatkan risiko perdarahan hebat saat persalinan (postpartum hemorrhage) yang merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu.
  3. Masa Depan: Berkontribusi langsung pada tingginya angka stunting di Indonesia.

“Persiapan harus dimulai sejak remaja dan masa calon pengantin. Sangat penting bagi perempuan untuk memiliki kondisi kesehatan yang optimal sebelum memasuki masa kehamilan,” tegas Ade Jubaedah dalam diskusi kesehatan di Jakarta (8/1/2026).

IBI menekankan bahwa sekitar 70% kasus anemia terjadi karena kekurangan zat besi.

Untuk itu, bidan kini didorong untuk menggunakan Kalkulator Besi. Alat ini membantu mendeteksi anemia secara dini pada ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita, sehingga penanganan medis dapat dilakukan secepat mungkin sebelum komplikasi muncul.

Selain memastikan kadar hemoglobin (Hb) tetap normal, berikut adalah beberapa langkah yang bisa Bunda lakukan agar proses persalinan berjalan lebih lancar dan nyaman:

  1. Cukupi Nutrisi “Duo M”: Pastikan asupan Makronutrien (karbohidrat, protein, lemak) dan Mikronutrien (zat besi, asam folat, kalsium) terpenuhi setiap hari.
  2. Rutin Jalan Pagi: Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki selama 20–30 menit sehari membantu posisi janin masuk ke panggul dan memperkuat otot panggul.
  3. Latihan Pernapasan (Relaksasi): Pelajari teknik pernapasan sejak trimester ketiga. Pernapasan yang tenang membantu mengelola rasa sakit saat kontraksi dan menjaga pasokan oksigen ke bayi.
  4. Hidrasi Maksimal: Jangan kurang minum air putih. Tubuh yang terhidrasi dengan baik akan memiliki stamina yang lebih kuat saat proses mengejan.
  5. Pemeriksaan Rutin & Konsultasi Bidan: Jangan ragu berdiskusi dengan bidan atau dokter Obgyn. Bidan akan mendampingi Bunda untuk memantau asupan gizi dan kesiapan fisik menjelang hari persalinan.

Anemia bisa dicegah, dan persalinan lancar bisa dipersiapkan. Mari mulai perhatikan asupan nutrisi dan rutin lakukan skrining kesehatan demi masa depan Bunda dan buah hati yang lebih cerah! (Gdi)

Exit mobile version