Site icon Wanita Indonesia

Aksi Nyata Tzuyang Lindungi Anak Pesisir Lewat Donasi Mangrove

Park Jung-won, atau yang lebih populer dikenal sebagai Tzuyang dan Asteria Aritonang selaku Resource Development & Communication Director (Direktur Pengembangan Sumber Daya dan Komunikasi) WVI tengah berkunjung ke kawasan penanaman mangrove di Jakarta Utara.

WANITAINDONESIA.CO – Langkah kaki Park Jung-won, atau yang lebih populer dikenal sebagai Tzuyang, mengayun ramah di antara barisan pohon mangrove di kawasan pesisir Jakarta Utara. Kreator konten (content creator) asal Korea Selatan yang biasanya memikat jutaan mata lewat aksi petualangan kulinernya ini, hadir membawa misi kemanusiaan yang mendalam. Bersama Wahana Visi Indonesia (WVI), Tzuyang turun langsung ke lapangan untuk memberikan dukungan nyata bagi kelestarian lingkungan dan masa depan anak-anak pesisir.

Dalam kunjungan tersebut, Tzuyang secara simbolis menyerahkan donasi senilai 600 juta rupiah serta ratusan pakaian bermerek Gardens. Bantuan ini langsung disalurkan kepada 799 anak dampingan WVI di Jakarta. Bukan sekadar bantuan materi, aksi sosial ini merupakan bentuk kepedulian yang mendalam terhadap ketahanan lingkungan pesisir yang kian rentan tergerus oleh dampak perubahan iklim.

Kondisi pesisir Pulau Jawa memang sedang berada dalam alarm bahaya. Berdasarkan data Peta Mangrove Nasional, jumlah hutan bakau di Pulau Jawa hanya menyumbang sekitar 1,8 persen dari total nasional. Padahal, data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada lebih dari 1.400 desa yang menggantungkan hidup di sepanjang garis pantai tersebut. Menjawab kegentingan ini, WVI menginisiasi program Mangrove Adaptive and Resilient Village Project for Enhanced Livelihoods (Proyek Desa Mangrove yang Adaptif dan Tangguh untuk Peningkatan Mata Pencaharian) atau MARVEL, sebuah gerakan pemulihan lingkungan pesisir yang direncanakan berjalan selama lima tahun hingga 2030.

Bagi Tzuyang, kunjungannya ke Indonesia telah membuka mata dan hatinya secara personal. Keindahan alam Indonesia yang memukau ternyata menyimpan tantangan lingkungan yang cukup berat bagi masyarakat setempat, terutama bagi anak-anak.

“Pada perjalanan saya di Indonesia beberapa waktu yang lalu membuka mata saya bahwa Indonesia merupakan negara yang indah sekali. Dengan segala beragam kebudayaan dan potensi perkembangan, juga memiliki tantangan nyata yang masyarakat setempat alami. Untuk itu, saya juga ingin berkontribusi langsung kepada Indonesia, agar anak-anak Indonesia bisa memiliki ruang bertumbuh dan bermain yang mendukung perkembangannya hari ini dan di masa depan melalui program MARVEL ini,” ungkap Tzuyang dengan tulus.

Upaya rehabilitasi mangrove ini sejatinya memegang peran krusial sebagai benteng pertahanan alami dari ancaman abrasi dan gelombang pasang (rob). Namun di balik isu lingkungan tersebut, ada hak anak-anak yang harus dipertahankan. Ketika ekosistem pesisir melemah, anak-anak menjadi kelompok yang paling rapuh dan menanggung dampak paling besar.

Hal senada ditegaskan oleh Asteria Aritonang selaku Resource Development & Communication Director (Direktur Pengembangan Sumber Daya dan Komunikasi) WVI. Beliau menjelaskan bahwa krisis lingkungan sangat berkelindan dengan isu perlindungan anak.

“Lingkungan yang rusak akan langsung memengaruhi kesehatan, rasa aman, dan kualitas tumbuh kembang anak. Ketika banjir rob terjadi berulang dan ekosistem pesisir melemah, anak-anak menjadi kelompok yang paling terdampak, baik secara fisik maupun psikososial. Untuk itu, kontribusi Tzuyang pada program MARVEL akan sangat membantu kami untuk memastikan upaya adaptasi dan pemulihan lingkungan berjalan secara berkelanjutan guna memenuhi hak dasar anak untuk tumbuh di lingkungan yang aman dan nyaman,” tutur Asteria Aritonang hangat.

Kolaborasi indah antara WVI dan Tzuyang yang difasilitasi oleh World Vision Korea ini menjadi sebuah refleksi penting bagi kita semua. Bahwa menjaga kelestarian bumi bukan sekadar urusan menanam pohon, melainkan tentang bagaimana kita menyiapkan sebuah rumah yang aman, nyaman, dan layak bagi generasi masa depan untuk terus tumbuh dan merajut mimpi-mimpi mereka. (gdi)

Exit mobile version