WANITAINDONESIA.CO — Komitmen terhadap prinsip keberlanjutan lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (sumber daya lingkungan, sosial, dan tata kelola/ESG) bukan lagi sekadar wacana di atas kertas. Dedikasi tersebut dibuktikan secara nyata oleh Grup Barito Pacific melalui dua entitas usahanya, PT Chandra Asri Pacific Tbk dan PT Barito Renewables Energy Tbk, yang berhasil memboyong penghargaan bergengsi dalam ajang Penghargaan Wawasan ESG Katadata (Katadata ESG Insight/KESGI Awards) 2026 di Jakarta pada Kamis (17/9).
Pencapaian luar biasa ini menjadi cermin dari konsistensi perusahaan dalam mengintegrasikan aspek kelestarian lingkungan ke dalam denyut bisnis sehari-hari. PT Chandra Asri Pacific Tbk secara khusus mendapatkan apresiasi atas langkah terobosan dalam pengelolaan emisi di sektor kimia dan kemasan. Tidak hanya berfokus pada lingkungan, perusahaan ini juga menaruh perhatian besar pada sumber daya manusia melalui pengembangan dan penahanan talenta (retention), pelatihan berkelanjutan, perencanaan jenjang karier, program pemeliharaan penerus (suksesi), serta kemudahan perpindahan talenta (mobilitas talenta).
Di sisi lain, PT Barito Renewables Energy Tbk mengukuhkan posisinya di sektor daya guna (utilitas) dan kelistrikan dengan meraih penghargaan atas inisiatif efisiensi serta pengelolaan energi. Keberhasilan ini lahir dari komitmen kuat dalam menerapkan sistem manajemen energi, penciptaan kebaruan (inovasi) efisiensi, hingga pengelolaan pembangkitan energi terbarukan yang memanfaatkan panas bumi (geotermal) dan tenaga angin (bayu).
Keberhasilan kedua anak usaha ini sejalan dengan arah strategis Barito Pacific yang terus menanamkan modal (berinvestasi) pada pemanfaatan energi terbarukan, penerapan teknologi ramah lingkungan (teknologi bersih), serta peningkatan daya guna energi secara menyeluruh.
Pendiri Pendamping dan Direktur Komersial (Co-Founder & CCO) Katadata Heri Susanto menjelaskan bahwa penganugerahan ini didasarkan pada penataan peta dan analisis kinerja yang cermat melalui tolok ukur teruji. Katadata telah membangun papan instrumen (dashboard) KESGI selama empat tahun untuk mengolah data mentah perusahaan menjadi pemahaman mendalam (insight) dan tolok ukur (benchmark) kinerja yang tepercaya.
“Dari papan instrumen ini data kita ubah menjadi pemahaman mendalam. Dari pemahaman mendalam kita menganalisis, mendapatkan tolok ukur dan akhirnya pengakuan (recognition) yang kredibel,” ujar Heri Susanto.
Proses penataan peta tahun ini melibatkan sekitar 400 perusahaan dengan mengukur 100 indikator yang dikumpulkan dan dianalisis secara ketat. Dari evaluasi komprehensif tersebut, Katadata mencatat lonjakan nilai ESG Indonesia yang sangat signifikan, naik dari angka 28,3 menjadi 42,4. Meski demikian, temuan di lapangan menunjukkan masih adanya jarak perbedaan pada isu-isu penting di sejumlah sektor serta timbulnya jurang pemisah kinerja ESG antarkelompok perusahaan.
“Katadata mengapresiasi perusahaan yang menunjukkan kinerja ESG menonjol di sektor masing-masing, berdasarkan data dan pembuktian secara pengalaman (empiris),” kata Heri menegaskan pentingnya pembuktian nyata dalam penerapan aspek keberlanjutan.
Ajang penganugerahan yang diselenggarakan sejak 2022 ini menjadi bukti bahwa dunia usaha di Indonesia makin matang dalam merangkul masa depan. Langkah konsisten yang ditunjukkan oleh entitas usaha Barito Pacific memberikan gambaran optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi dan kelestarian alam dapat berjalan bersisian, memberi inspirasi bagi dunia industri untuk terus berbenah demi warisan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang. (Gdi)

