AI Ready ASEAN Bekali Lebih Dari 1,7 Juta Siswa dan Pendidik Keterampilan AI Praktis

Foto Bersama (Kiri ke Kanan)_ Dr. Aung Kyaw, Direktur Jenderal, Kementerian Pendidikan (Myanmar); Dr. Carmela Oracion, Wakil Menteri Bidang Learning Systems Strand, Departemen Pendidikan (Filipina); Mr. Suthep.jpg

WANITAINDONESIA.CO — Akselerasi transformasi digital di kawasan Asia Tenggara menuntut kesiapan adaptasi teknologi yang makin matang dari generasi muda. Menjawab tantangan tersebut, ASEAN Foundation resmi mengumumkan peluncuran fase terbaru dari program AI Ready ASEAN Powered by AI Opportunity Fund: Asia-Pacific. Program regional berjangka panjang ini menargetkan untuk membekali lebih dari 1,7 juta siswa, guru sekolah jenjang K–12, hingga dosen dan tenaga pengajar perguruan tinggi di seluruh kawasan dengan keterampilan AI praktis hingga akhir tahun 2028.

​Dukungan resmi terhadap inisiatif ini disampaikan dalam Sesi Terbuka Pertemuan Pejabat Senior ASEAN untuk Pendidikan (ASEAN Senior Officials Meeting on Education / SOM-ED) ke-21.

Berkolaborasi dengan AVPN serta didukung penuh oleh Google.org dan Asian Development Bank (ADB), program ini dirancang untuk memperkuat kesiapan kawasan menghadapi pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan.

Baca Juga :  Kelas Darurat SDN 10 Linge Mulai Difungsikan, Siswa Belajar Lebih Aman dan Nyaman

​Jika pada dua tahun awal program fokus utama dititikberatkan pada peningkatan kesadaran digital, maka fase lanjutan ini bertransisi menuju penerapan pembelajaran AI terapan. Pendekatan ini bertujuan agar pendidik dan siswa tidak hanya memahami konsep dasar, melainkan mampu mengintegrasikan AI secara etis dan efektif ke dalam aktivitas mengajar, riset akademis, hingga kesiapan memasuki dunia kerja modern.

Direktur Eksekutif ASEAN Foundation, Dr. Piti Srisangnam, menegaskan bahwa kesiapan generasi muda ASEAN dalam memanfaatkan AI sangat bergantung pada ketersediaan perangkat dan dukungan yang tepat. Menurutnya, Fase 2 program ini tidak sekadar meningkatkan kepedulian, melainkan memperkuat sistem pendidikan secara langsung melalui keterampilan terapan agar guru dan murid dapat menggunakannya secara bertanggung jawab dan percaya diri.

Baca Juga :  Kemendikdasmen Bekali Pendidik dengan Al-Qur'an Bahasa Isyarat

​Dalam eksekusinya, ASEAN Foundation akan bekerja sama dengan Mitra Pelaksana Lokal (Local Implementing Partners / LIPs) di setiap negara anggota ASEAN untuk menyusun kurikulum yang disesuaikan dengan konteks budaya dan kebutuhan daerah masing-masing.

Pelaksanaan program ini juga dikoordinasikan secara erat bersama kementerian pendidikan di tiap negara guna memastikan keselarasan dengan prioritas nasional serta memperkuat kepemilikan program oleh pemerintah setempat.
​Selain pelatihan teknis di ruang kelas, ASEAN Foundation juga akan menggelar forum dialog regional dan nasional yang melibatkan pemangku kepentingan lintas sektor, mulai dari pejabat pemerintah, praktisi AI, akademisi, hingga perwakilan masyarakat sipil.

Pertemuan Regional Keempat dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026 di Singapura untuk mendiskusikan perumusan kebijakan pendidikan AI berbasis bukti.

Baca Juga :  Jumlah Calon Peserta Terus Bertambah, Sekolah dan Murid Tunjukkan Minat Ikuti TKA

Marija Ralic, Kepala Google.org Asia Pasifik, menyampaikan rasa bangganya dapat terus mendampingi ASEAN Foundation melangkah lebih jauh dari sekadar peningkatan kesadaran menuju pelatihan terapan mendalam. Sejalan dengan hal tersebut, CEO AVPN, Naina Subberwal Batra, menambahkan bahwa tindakan regional yang terkoordinasi ini membuktikan bagaimana potensi AI dapat diubah menjadi hasil nyata dan terukur bagi jutaan pendidik dan peserta didik di Asia Tenggara.

​Seluruh rangkaian AI Ready ASEAN ini juga dirancang selaras dengan Rencana Kerja ASEAN untuk Pendidikan 2026–2030 serta Rencana Strategis Komunitas Socio-Budaya dan Ekonomi ASEAN 2026–2030 demi mewujudkan lanskap digital yang inklusif dan berdaya saing tinggi. Information mengenai pendaftaran, jadwal pelatihan, dan peluang kemitraan akan dipublikasikan secara berkala melalui laman resmi program. (Des)