Site icon Wanita Indonesia

Actifed dan Ikatan Apoteker Indonesia Mengajak Para Keluarga Untuk Memahami Gejala Flu Dan Batuk

Dr. apt. Lucy Novianti, MM, Penulis Modul sekaligus Ketua Program Studi Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, mengatakan, Kami sering menjumpai orang yang telah menentukan sendiri obat atau penanganan medis berdasarkan kebiasaan pribadi sebelumnya atau rekomendasi orang lain saat mengalami gangquan kesehatan umum, khususnya flu, batuk, plek, atau masalah pernapasan ringan lainnya. Padahal, kondisi dan gejala yang dialami bisa berbeda antara satu individu dengan individu tannya, begitu pula dengan tingkat keparahan gejalanya.

WANITAINDONESIA.CO – 1 Oktober 2026 – Musim hujan yang akan datang di Indonesia berpotensi membawa dampak lebih dari sekadar perubahan cuaca. Menurut BMKG, musim hujan diperkirakan akan dimulai pada bulan-butan terakhir tahun 2026, sementara
itu, menurut international Journal of Molecular Sciences, kondisi ini juga dapat memengaruhi mekanisme pertahanan alami saluran pernapasan serta meningkatkan kerentanan terhadap infeksi saluran pernapasan. Seiring dengan pola cuaca yarg semakin sulit diprediksi, memahami gejala serta menerapkan perawatan swamedikasi yang tepat menjadi hal yang semakin penting Guna mendukung masyarakat indonesia dalam menghadapi musim batuk dan pilek, Actifed, merek yang dipercaya dalam obat batuk mengumpulkan 100 apoteker dari Ikatan Apoteker Indonesia (IA) dan para ahli kesehatan dalam sebuah acara edukasi Acara ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai berbagal gejala batuk dan pilek, serta bagalmana setiap kondisi tersebut mungkin memerlukan pertimbangan penanganan yang berbeda.

Acara ini juga menjadi momen peluncuran modul edukasi baru berjudul Batuk dan Pilek dari Perspektif Pasien: Menjawab Keluhan Pasien dengan Edukasi dan Konseling Berbasis Self – Care yang dikembangkan oleh Actifed bekerja sama dengan IAl. Modul ini dirancang untuk membekali apoteker dengan panduan praktis guna mendukung pemberian konsultasi kepada masyarakat, mendorong penggunaan obat secara bertanggung jawab, sekaligus membantu mengidentifikasi kapan sarana medis lebih lanjut diperlukan.

Hadir untuk membuka acara, Dhanica Mae Dumo-Tiu, General Manager Haleon indonesia, mengatakan: “Di Haleon, tujuan kami: untuk menghadirkan solusi kesehatan sehari – hari yang lebih baik dengan kemanusiaan, melampaui sekadar menyediakan produk – produk terpercaya. Komitmen ini juga mencakup upaya dalam membantu masyarakat dalam
memberikan pengetahuan dan membangun kepercayaan diri yang mereka butuhkan dalam mengambil keputusan yang tepat terkait kesehatan mereka. Dhanica menambahkan, “Melalui Actifed, kami ingin mendukung hal tersebut dengan membuat informasi mengenai swamedikasi untuk batuk dan pilek menjadi lebih mudah dipahami, khususnya di masa seperti sekarang ini, ketika masyarakat mungkin lebih cermat dalam memikirkan cara mempersiapkan diri serta merawat kesehatan diri sendiri dan keluarga.” Melibatkan Peran Apoteker memegang peranan penting sebagai sumber informasi kesehatan yang mudah diakses oleh pasien dan keluarga. Kemudahan akses terhadap tenaga kesehatan di sekitar juga memberkan kesempatan bagi pasien maupun pendamping pasien untuk mendapatkan panduan sejak dini, terutama saat mereka merasa ragu mengenai gejala yang dialami atau langkah penanganan yang tepat untuk diambil.

Dr. apt. Lucy Novianti, MM, Penulis Modul sekaligus Ketua Program Studi Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, mengatakan, Kami sering menjumpai orang yang telah menentukan sendiri obat atau penanganan medis berdasarkan kebiasaan pribadi sebelumnya atau rekomendasi orang lain saat mengalami gangquan kesehatan umum, khususnya flu, batuk, plek, atau masalah pernapasan ringan lainnya. Padahal, kondisi dan gejala yang dialami bisa berbeda antara satu individu dengan individu tannya, begitu pula dengan tingkat keparahan gejalanya.” ia menambalian, “Melalui modul edukasi baru yang dikembangkan bersama antara Actifed dengan IAl, apoteker akan memilki sarana panduan tambahan untuk membantu memberikan konseling kepada konsumen, mendukung praktik swamedikasi yang bertanggung jawab, sekaligus mengidentifiasi situasi yang memerlukan saran medis lebih lanjut.

Membahas tentang beragam gejala batuk dan pilek, dr. Ikhsanuddin Qoth’i, Dokter Umum, menjelaskan, “Gejala batuk, dan piek dapat muncul secara berbeda pada setiap orang, bergantung dengan variasi dalam hal karakteristk, intensitas, bahkan durasinya. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memerhatikan perkembangan gejala mereka dari waktu ke waktu. Gejala yang menetap, bertambah parah, atau disertai tanda-tanda peringatan tertentu mungkin memerlukan perhatian lebih lanjut, karena bisa jadi berkaitan dengan masalah kesehatan pernapasan lainnya, seperti ISPA atau influenza. Dengan mengenal perubahan gejala sejak dini, pasien dapat lebih memahami kapan perawatan swamedikasi tepat untuk diakukan dan kapan saatnya mencari saran dari tenaga kesehatan profesional atau dokter spesialis.”

Mendukung Pasien, Orang Tua, dan Anggota Keluarga Berpartisipasi dalam talkshow tersebut, Nucha Bachri, seorang kreator konten dan pembawa acara siniar *Curhat Bapak Ibu*, menjelaskan, “Beberapa bulan terakhir di setiap tahun biasanya menjadi masa yang paling sibuk bagi seluruh anggota keluarga; anak-anak saya sibuk dengan tugas sekolah, sementara suami saya memiliki segudang jadwal pekerjaan. Ini juga merupakan saat di mana batuk dan pilek lebih sering terjadi akibat perubahan cuaca, Sebagai seorang ibu, saya berusaha untuk selalu siap siaga dan memerhatikan berbagai gejala yang mungkin dialami anggota keluarga saya. Memiliki informasi yang lengkap membantu kami dalam mengambll keputusan yang lebih baik serta melakukan langkah penanganan yang sesuai saat ada anggota keluarga yang mulai merasa kurang sehat.”

Menjelaskan lebih lanjut tentang kolaborasi ini, Actifed juga meluncurkan “Beda Gejalanya, Beda Warnanya,” sebuah kampanye edukasi baru yang mendorong konsumen untuk memahami gejala mereka sebelum memilih metode perawatan swamedikasi yang paling tepat.

Anindita Pranawestri, Senior Brand Manager OTC Haleon Indonesia, menyampaikan, “Selama bertahun-tahun, Actifed telah mendukung masyarakat indonesia dalam menangani gejala batuk dan pilek. Melalui “Beda Gejalanya, Beda Warnanya, kami ingin membantu konsumen memahami gejala mereka dengan lebih baik dan mengambil keputusan swamedikasi yang lebih tepat, khususnya terkait kesehatan pernapasan sehari-hari. Dengan menyajikan informasi kesehatan yang lebih sederhana dan mudah diakses, kami berharap dapat memberikan kepercayaan diri lebih bagi masyarakat dalam merawat diri sendiri dan keluarga mereka.”

Sebagai pemimpin global di bidang kesehatan konsumen, Haleon, produsen Actifed, terus berupaya meningkatkan literasi kesehatan dan praktik swamedikasi yang bertanggung jawab di seluruh indonesia, Upaya ini mencakup kemitraan dengan tenaga profesional kesehatan metalui HISFARMA (Himpunan Seminar Farmasi Masyarakat), IPEC (Indonesian Pharmacy Expo & Conference), webinar Swipefor, program edukasi spoteker, dan IA), serta inisiatif edukasi konsumen melalui platform TikTok Actifed, rangkaian konten edukatif, dan kolaborasi dengan Good Doctor serta Guardian.(den)

Exit mobile version