
WANITAINDONESIA.CO – Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia kerja. Di tengah transformasi tersebut, generasi muda dituntut tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki kreativitas, empati, kemampuan beradaptasi, dan karakter yang kuat.
Melihat pentingnya kesiapan tersebut, Telkomsel kembali menghadirkan program THRIVE. Kali ini, ratusan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) berkesempatan mengikuti kegiatan bertajuk THRIVE Goes to Universitas Indonesia pada 3 November 2026.

Mengusung tema “Staying Human in The AI World”, program ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenali potensi diri, memperluas wawasan, sekaligus mempersiapkan kompetensi yang dibutuhkan dalam menghadapi persaingan karier di masa depan.
Kegiatan yang sejalan dengan komitmen Telkomsel, “Melayani Sepenuh Hati”, tersebut menghadirkan beragam sesi inspiratif. Mulai dari diskusi perkembangan AI, pengembangan diri, budaya kerja profesional, hingga simulasi personality test yang menjadi salah satu tahapan penting dalam proses rekrutmen.
Direktur Network Telkomsel, Indra Mardiatna, membuka kegiatan dengan mengajak mahasiswa melihat perkembangan teknologi sebagai peluang untuk menciptakan perubahan positif. Menurutnya, kecanggihan AI perlu berjalan beriringan dengan nilai-nilai kemanusiaan.
“AI bukanlah pengganti manusia, melainkan alat yang dapat memperkuat kemampuan manusia untuk menciptakan solusi dan dampak bagi masyarakat. Pemanfaatannya perlu diiringi tanggung jawab, etika, empati, kreativitas, dan kolaborasi,” ujarnya.
Ia menekankan, dunia kerja masa depan tidak hanya membutuhkan individu yang mahir menggunakan teknologi. Kemampuan berpikir kritis, memahami kebutuhan orang lain, serta memanfaatkan inovasi secara bijaksana juga menjadi bekal penting.
Perspektif serupa disampaikan Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Mahasiswa dan Alumni Universitas Indonesia, Prof. Dr. Hamdi Muluk, M.Si., Psikolog. Ia mengapresiasi kolaborasi Telkomsel yang menghadirkan ruang pembelajaran relevan bagi mahasiswa di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Menurutnya, perguruan tinggi dan industri perlu terus memperkuat sinergi agar lulusan tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kesiapan menghadapi dinamika dunia profesional.
Kolaborasi semacam ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat inovasi sekaligus melahirkan talenta Indonesia yang adaptif, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Mengenal Potensi Diri hingga Membangun Personal Branding
Tak hanya membahas perkembangan teknologi, THRIVE juga menghadirkan pembekalan praktis yang dekat dengan kebutuhan mahasiswa saat memasuki dunia kerja.
General Manager Culture and Communications Telkomsel, Gilang M. S. Arifin, berbagi wawasan mengenai budaya kerja serta pentingnya pengembangan diri dalam lingkungan profesional.
Sementara itu, General Manager AI Personalization and Growth Telkomsel sekaligus alumni UI, Eksi Nadiasti, mengajak peserta memahami bagaimana AI membuka peluang baru di berbagai sektor industri.
Mahasiswa juga memperoleh gambaran mengenai proses rekrutmen dan asesmen karier melalui sesi bersama General Manager PDM Integration and Resources Management Telkomsel.
Menariknya, program ini turut menghadirkan praktisi kreatif Andovi Da Lopez dan Irfan “Fanbul” Prabowo. Keduanya mengajak mahasiswa memahami pentingnya membangun personal branding, menggali keunikan diri, serta terus mengembangkan kemampuan agar mampu bersaing di dunia profesional.
Berbagai perspektif tersebut memberikan gambaran bahwa kesiapan karier bukan hanya tentang seberapa tinggi pencapaian akademis seseorang, melainkan juga bagaimana ia mengenali kekuatan diri dan mampu mengembangkannya.
LEAD, Ruang Bertumbuh bagi Talenta Masa Depan
Komitmen Telkomsel dalam mengembangkan talenta muda juga tercermin melalui LEAD, Employee Value Proposition (EVP) yang dirancang untuk menghadirkan lingkungan dan pengalaman kerja yang mendukung pertumbuhan karyawan.
LEAD memiliki empat pilar utama. Pertama, Limitless Path to Level Up, yang memberikan kesempatan bagi karyawan untuk terus belajar dan mengembangkan perjalanan karier.
Kedua, Excellence Working Experience, yakni upaya menciptakan pengalaman serta lingkungan kerja yang mendukung produktivitas dan pertumbuhan.
Ketiga, Act to Empower Society, yang membuka ruang bagi karyawan untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat. Keempat, Driving Innovation, yang mendorong lahirnya ide-ide baru, eksplorasi, dan inovasi.
Melalui THRIVE, Telkomsel ingin menunjukkan bahwa masa depan dunia kerja tidak semata-mata ditentukan oleh kecanggihan teknologi. Kualitas manusia, kemampuan beradaptasi, dan kemauan untuk terus belajar tetap menjadi faktor penting.
Bagi mahasiswa, pesan yang dibawa program ini cukup jelas: teknologi boleh semakin canggih, tetapi kemampuan untuk tetap berpikir kritis, kreatif, berempati, dan bekerja sama akan selalu menjadi nilai berharga.
Sebab, di tengah dunia yang semakin dipengaruhi AI, menjadi manusia yang terus bertumbuh adalah bekal terbaik untuk menghadapi masa depan. (wib)




