Momen Epik Raja Charles III, Kutip Hadis Nabi Dalam Bahasa Arab

Raja Charles III sedang membacakan hadis Nabi Muhammad SAW tentang keutamaan penduduk Oman, pada jamuan kenegaraan Kerajaan Inggris di Kastil Windsor, terlihat Sultan Oman, Haitham bin Tarik mendengarkan dengan khidmat. (Foto: Dokumentasi Kastil Windsor.)

WANITAINDONESIA.CO — Agama Islam merupakan ajaran, pedoman bagi umat manusia yang sangat komprehensif.

Islam melalui Al-Qur’an serta hadis telah mengajarkan umatnya hubungan harmonis antara sesama serta mahluk hidup lainnya. Baru-baru ini Raja Charles III mengadakan jamuan makan Kerajaan untuk tamu spesialnya, Sultan Oman, Haitham bin Tarik.

Jamuan yang berlangsung di Kastil Windsor tersebut dihadiri lebih kurang 150 orang, membuat suasana jamuan menjadi khidmat, tenang serta penuh rasa hormat.

Masyarakat muslim terhenyak ketika Raja Charles membacakan hadis Nabi Muhammad SAW dengan menggunakan bahasa Arab.

Hadis riwayat Muslim menceritakan keutamaan penduduk Oman. “Jika engkau datang kepada penduduk Oman, mereka tidak akan mencaci maki engkau, dan tidak pula akan memukuli engkau.”

Baca Juga :  LBIQ DKI Buka Pendaftaran Gratis Belajar Bahasa Arab dan Membaca Al-Qur’an
Oman memiliki banyak masjid indah, dan megah salah satunya masjid Agung Sultan Qaboos yang memadukan arsitektur tradisional Islam dengan desain modern. (Foto: Dokumentasi Expedia.)

Rajanya Umat Islam?

Bahkan sebelumnya Raja Charles III sempat mengutip Al-Qur’an Surah Al-Maidah:32 “Barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan semua umat manusia.”

Pun ketika puasa, dan Lebaran Raja Charles III memberikan ucapan khusus. Namun ketika Paskah, Raja Charles tak sepatah pun mengucapkan selamat kepada umat Kristen. Hingga ia sempat disindir pengamat masalah sosial sebagai Raja bagi umat muslim.

Banyak yang berspekulasi bahwa Raja Charles III diam-diam mempelajari Al-Quran, karena ia mampu membacanya dengan menggunakan bahasa Arab.

Diplomasi Raja Charles III memiliki makna mendalam ihwal penghargaan, rasa hormat serta upaya untuk memuliakan tamu. Raja Charles III memberikan apresiasi tertinggi, sifat ramah serta akhlak mulia.

Baca Juga :  Dewi Perssik Perdalam Lafal Bahasa Arab Selama Puasa Ramadan

Dengan mengutip hadis tersebut Raja Charles III ingin memuji karakter luhur, kelembutan serta budi pekerti masyarakat Oman yang dikenal ramah serta santun sejak zaman Nabi Muhammad SAW.

Hadis yang dibacakan langsung dengan menggunakan bahasa Arab, menjadi simbol toleransi serta diplomasi Raja Charles III.

Raja Charles III seolah-olah ingin menggarisbawahi, dan memberikan pengetahuan akan keramahan masyarakat Oman yang dalam konteks diplomasi, dikenal dengan perannya sebagai mediator sejumlah konflik terjadi di kawasan regional.

Momentum jamuan makan kerajaan menjadi terlihat menarik karena hadir pembelajaran, juga menjadi bukti bahwa dalam diplomasi bahwa memahami bahasa, budaya, sejarah bahkan keyakinan merupakan salah satu efektif untuk membangun kedekatan, dan kepercayaan dalam hubungan antar negara.

Baca Juga :  Dewi Perssik Perdalam Lafal Bahasa Arab Selama Puasa Ramadan

Pendekatan yang dipujikan dari soft power diplomacy, yang mana untuk membangun pengaruh tak harus dilakukan dengan tekanan melainkan melalui penghormatan, pemahaman serta kedekatan.

Oleh karenanya ketika mitra tersebut merasa identitas serta nilai-nilainya diapresiasi, maka hubungan itu tidak akan berhenti pada kesepakatan di atas kertas.

Ada fondasi kepercayaan yang bisa membantu kerja sama tersebut semakin kokoh. Karena diplomasi yang kuat, bukan hanya tentang mencapai kesepakatan saja, tapi juga membangun rasa saling percaya serta saling menghormati, yang menjadikan kesepakatan itu akan bertahan lebih lama. (Sumber X_diplomat). (Rp)