​Menteri PKP Dorong Gentengisasi Berkualitas Usung UMKM Lokal

​Program strategis ini tak hanya fokus pada peningkatan kualitas hunian masyarakat melalui Program Bedah Rumah, tetapi juga membawa misi mulia untuk memberdayakan pengrajin serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) genteng lokal.

WANITAINDONESIA.CO — Rumah yang kokoh dan estetis tak lepas dari pemilihan atap yang berkualitas. Untuk mewujudkan tempat tinggal yang aman, adem, dan layak bagi keluarga Indonesia, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) resmi meluncurkan Gerakan Gentengisasi di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

​Program strategis ini tak hanya fokus pada peningkatan kualitas hunian masyarakat melalui Program Bedah Rumah, tetapi juga membawa misi mulia untuk memberdayakan pengrajin serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) genteng lokal.

​Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi lokal harus berjalan seiring dengan jaminan kualitas material. Seluruh genteng yang diproduksi oleh industri rumahan wajib memenuhi standar mutu tinggi agar tahan lama, aman melindungi keluarga, sekaligus meningkatkan daya saing produk dalam negeri.
​Persiapan matang Gerakan Gentengisasi ini dibahas dalam Rapat Koordinasi bersama jajaran pemerintah daerah di Kantor BRI PKP, Jakarta, pada Selasa (13/10/2026).

Baca Juga :  Kemenhaj Dorong UMKM Lokal Dalam Pemenuhan Konsumsi Haji 2026

Rapat yang dihadiri para pejabat daerah seperti Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Bupati Majalengka Eman Suherman, hingga perwakilan Pemprov Jawa Tengah dan Jawa Barat, mengkaji readiness produksi, mekanisme distribusi, hingga kepastian sertifikasi standar mutu.

Baca Juga :  Tak Cuma Prioritaskan Ekspor, Menteri Maman Minta UMKM Penuhi Kebutuhan Domestik

​Jawa Barat menjadi salah satu daerah paling siap dalam gerakan ini. Dengan kesiapan hingga 2,4 juta keping genteng atau setara 600 truk, sebanyak 34 UMKM genteng di wilayah tersebut telah kantongi sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan 11 UMKM lulus uji mekanis.

Dengan harga terjangkau Rp2.500 per keping melalui wadah koperasi, peluncuran awal gentengisasi Jawa Barat dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Majalengka pada 8 November 2026. Skema ini turut menghubungkan pengrajin lokal dengan program perbaikan rumah tidak layak huni, akses permodalan, hingga dukungan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Baca Juga :  "Sheablepreneur" Merdekakan UMKM Perempuan & Individu Disabilitas

​Sementara itu, Jawa Tengah siap menyokong gerakan ini dengan menyediakan 1 juta keping genteng bersertifikat keandalan yang dipusatkan di Kabupaten Kebumen pada 4 Desember 2026. Tak ketinggalan, Jawa Timur juga mematangkan persiapan penyediaan 800 ribu keping genteng berkualitas untuk wilayah Kabupaten Trenggalek.
​Melalui sinergi erat antara Kementerian PKP, pemerintah daerah, dan pelaku UMKM, Gerakan Gentengisasi diharapkan tidak sekadar mempercantik atap-atap rumah keluarga Indonesia, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi kerakyatan dan menghadirkan hunian yang lebih ramah serta hangat bagi masyarakat. (Des)