Gebrakan Baru Nura Boutique by Oewi Wahyono: Usung Gaya ‘City Look’ Lewat Koleksi ‘Azure Serenity’

​Tema Azure Serenity lahir dari inspirasi pemandangan dan kedamaian di tengah hiruk-pikuk lanskap perkotaan. (Official Photo by @anjarkusuma @rembrandt.studio)

WANITAINDONESIA.CO — Setelah sempat vakum dari panggung peragaan busana Indonesian Fashion Chamber (IFC), perancang busana ternama Oewi Wahyono kembali menyapa para pencinta fashion tanah air. Melalui label miliknya, Nura Boutique by Oewi Wahyono, ia menghadirkan eksperimen baru dalam koleksi teranyarnya bertajuk “Azure Serenity”.

​Jika biasanya brand yang berdiri sejak 2014 di Depok ini sangat identik dengan nuansa wastra nusantara khususnya batik prada khas Jogja, Solo, dan Pekalongan kali ini Oewi Wahyono memilih langkah berani dengan melepas penggunaan wastra demi mengeksplorasi gaya perkotaan modern yang segar.

​Tema Azure Serenity lahir dari inspirasi pemandangan dan kedamaian di tengah hiruk-pikuk lanskap perkotaan. Bayangan gedung pencakar langit berpadu dengan warna langit yang teduh melahirkan palet warna alam yang menenangkan.

Baca Juga :  Sentuhan Mewah Wastra Nusantara dan Sentilan Parenting dari Jeddah ala Oewi Wahyono

​”Nama Azure Serenity menggambarkan ketenangan dan kedamaian alam di sekitarnya. Warnanya adem di mata, mengambil warna dusty blue, aquamarine, hingga electric blue yang mengekspresikan tipe city look,” ujar Oewi Wahyono.

​Mengusung kategori Ready-to-Wear Deluxe, koleksi ini memadukan konsep pakaian harian dengan estetika yang lebih mewah dan sleek. Terdiri dari 10 looks, rancangan ini menonjolkan siluet A-line yang anggun dengan permainan layering yang dinamis melalui pilihan bolero, longline outer, vest, hingga wide-leg pants.

(Official Photo by @anjarkusuma @rembrandt.studio)

​Proses persiapan koleksi yang memakan waktu sekitar satu setengah bulan ini diakui Oewi memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam pemilihan material. Demi mendapatkan tekstur dan bentuk yang ideal saat diperagakan di atas panggung, ia memadukan bahan-bahan berkualitas tinggi seperti shantung silk, mikado, dan semiwool.

Baca Juga :  Sentuhan Mewah Wastra Nusantara dan Sentilan Parenting dari Jeddah ala Oewi Wahyono

​”Koleksi ini menggunakan teknik double material yang dipadukan dan ditempel. Kalau berdiri sendiri bahannya agak tipis dan terawang, tapi begitu dibuat dua lapis, bentuknya langsung ‘naik’ dan memberi kesan yang lebih formal serta sedikit glamour tanpa terlihat berlebihan,” jelas sang desainer.

​Aksen berupa pengerjaan bordir senada dan teknik emboss yang ditempelkan secara halus di bagian leher, sudut baju, dan bagian bawah memberikan karakter artistik. Hal ini menjaga busana tetap tampak clean dan elegan tanpa terlihat polos (plain).

​Meskipun dalam peragaannya disajikan dengan penutup kepala bergaya editorial yang fleksibel, Oewi menegaskan bahwa seluruh potongan baju ini sangat bersahabat bagi pengguna hijab (modest-friendly). Potongan kerah yang tinggi serta lengan panjang memastikan koleksi ini tetap berada di jalur modest wear.

Baca Juga :  Sentuhan Mewah Wastra Nusantara dan Sentilan Parenting dari Jeddah ala Oewi Wahyono

​Langkah Oewi menanggalkan wastra untuk sementara waktu ini bukanlah tanpa alasan. Konsep city look yang ia usung dirancang agar sifatnya versatile dan mudah dipadu-padankan (mix and match). Langkah ini sekaligus menjadi pembuka untuk rangkaian koleksi berikutnya, di mana ia berencana kembali memasukkan sentuhan batik yang akan menyatu secara berlanjut dengan koleksi Azure Serenity ini.

​Lewat Azure Serenity, Nura Boutique by Oewi Wahyono berhasil membuktikan bahwa modest wear contemporary dapat tampil sophisticated, adaptif, dan sangat relevan dengan ritme kehidupan perempuan modern masa kini. (Des)