
WANITAINDONESIA.CO — Selama 40 Tahun Pepsodent selalu berkomitmen mengedukasi, melakukan inisiasi ihwal perawatan gigi, dan mulut masyarakat Indonesia.
Kembali dalam memperingati Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2026, Pepsodent bersama Persatuan Dokter Gigi Indonesia, Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia, dan Asosiasi Rumah Sakit Gigi & Mulut Pendidikan Indonesia berkolaborasi dengan memberikan perhatian utama pada microbiome dalam mulut yang seimbang.
Hal ini dianggap sangat penting karena gaya hidup masyarakat yang mengalami perubahan serta masih banyaknya mispersepsi di masyarakat ihwal microbiome.
Yang menarik selama 17 kali dalam kurun waktu 17 tahun Pepsodent melaksanakan BKGN, panitia senantiasa berinovasi menyelaraskan dengan dinamika kebutuhan masyarakat, juga mengikuti perkembangan sains terkini.
drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent.,MDSc., Personal Care Community Lead Unilever Indonesia menjelaskan, “Lewat kegiatan BKGN yang rutin terselenggara setiap tahun, menjadi wujud nyata kepedulian kami terhadap kesehatan gigi, dan mulut masyarakat Indonesia. Upaya tersebut kami lakukan dengan memberikan akses edukasi, pemeriksaan serta perawatan gigi secara cuma-cuma untuk masyarakat.”
“Setiap memperingati BKGN, kami mengangkat isu penting. Tahun ini hadir paradigma baru mengenai pentingnya perlindungan ekstra dalam merawat kesehatan gigi, dan mulut.”
“Masyarakat harus paham pentingnya menjaga keseimbangan microbiome mulut sebagai awal kesehatan gigi, dan mulut secara menyeluruh.”

Pentingnya Keseimbangan Microbiome Mulut
Apa sih yang harus pembaca Wanitaindonesia.co ketahui ihwal Microbiome Mulut? Microbiome mulut yang merupakan ekosistem kompleks mikroorganisme seperti bakteri, jamur serta virus yang secara alami hidup di dalam rongga mulut. Bakteri yang hidup di dalamnya terdiri dari bakteri baik, dan bakteri merugikan.
“Adapun tujuan perawatan gigi yang tepat, bukanlah untuk menghilangkan sebanyak mungkin bakteri di dalam mulut, namun utamanya dengan menjaga keseimbangan microbiome mulut, “jelas dokter gigi Mirah.
“Dikhawatirkan saat keseimbangan microbiome mulut terganggu, bakteri yang merugikan dapat berkembang lebih dominan, dampaknya akan memicu berbagai permasalahan gigi, dan mulut. Seperti terjadinya pembentukan plak. Ketika plak terus terakumulasi, dan lingkungan di dalamnya berubah, hal ini akan menguntungkan bakteri tertentu.”
“Menjaga keseimbangan microbiome mulut merupakan hal yang sangat relevan, di tengah perubahan gaya hidup masyarakat 5serta masih adanya mispersepsi tentang kondisi gigi, dan mulut yang sehat, “tegasnya.
Bila setiap individu memahami pentingnya menjaga keseimbangan microbiome mulut, tentunya derajat kesehatan gigi, dan mulut masyarakat Indonesia tak lagi berada pada posisi rentan, yakni mengalami permasalahan gigi, dan mulut.”

Literasi tentang kesehatan gigi, dan mulut terus-menerus digencarkan oleh Unilever Indonesia melalui brand Pepsodent. Menyangkut lifestyle masyarakat Indonesia, nyata sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja.
Data gaya hidup 47,5 persen masyarakat menggemari mengonsumsi sajian bercita rasa manis. Dalam sehari mereka bisa meminum es kopi gula aren, minuman boba, milkshake maupun minuman berperisa lebih dari satu kali!
Walau terdapat fakta menggembirakan 95,6 persen masyarakat rutin menyingkat gigi setiap hari, namun disayangkan waktunya tak tepat. Ini juga akan berpengaruh besar terhadap kesehatan gigi, dan mulut.
Fakta yang ditemukan dari 95,6 persen masyarakat yang rutin menyikat gigi, hanya ada 6,2 persen yang menyikat gigi di waktu yang tepat. Yakni pagi setelah sarapan bukan saat mandi maupun sebelum sarapan. Dan malam hari sebelum tidur.
(Catatan redaksi: Itupun dengan syarat ketika terbangun di jam istirahat sebelum memasuki waktu Subuh), Anda disarankan untuk tidak makan ataupun ngemil).
(Banyak kejadian orang yang tidurnya tak lelap kemudian bangun, dan sulit tidur kembali akan menghabiskan waktu dengan snacking. Sebagian dari mereka setelah snacking kemudian merasa nyaman, lalu muncul kantuk, kemudian tidur kembali dalam kondisi gigi, dan mulut yang kotor. Ini tentu saja akan merusak aturan sikat gigi yang tepat di malam hari).
Temuan lain saat mengalami masalah gigi, dan mulut hanya 11,2 persen yang pergi ke dokter gigi dalam rentang waktu setahun. Berbagai faktor tersebut penyebab 57 persen masyarakat Indonesia mulai usia 3 tahun ke atas mengalami masalah kesehatan gigi, dan mulut.
Teknologi Canggih, One Trillion Active Ions Pepsodent Pro.Care
Turut berpendapat drg. Tari Tritarayati, SH., MH.Kes, Wakil Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PBPDGI). Dokter gigi Tari menyoal daerah Jawa Barat yang menjadi prioritas utama dikarenakan sebanyak 63,4 persen masyarakatnya mengalami permasalahan gigi, dan mulut.
“Faktor pemicunya dikarenakan jumlah populasi penduduknya merupakan yang tertinggi di Indonesia. Sebanyak 89,9 persen penderita belum pernah mengunjungi dokter gigi satu tahun terakhir!”
Pun halnya di daerah NTT, dan Papua. Penderita penyakit gigi, dan mulut di sana juga cukup tinggi. Ditemukan 55,6 persen masyarakat NTT, dan 49,4 persen orang Papua yang mengalami permasalahan gigi, dan mulut. Sebanyak 95,3 persen masyarakat NTT, dan 96 persen orang Papua tak pernah berkunjung ke dokter gigi selama setahun terakhir.
Ada banyak pencetusnya yakni akses geografis dengan lokasi rumah tinggal dengan faskes yang jauh. Selain faktor ketersediaan dokter gigi yang tak merata terutama di daerah kepulauan, pegunungan serta wilayah terpencil
Di momen BKGN 2026, Pepsodent menginisiasi produk perawatan gigi, dan mulut inovatif, Pepsodent Pro.Care. Produk istimewa ini hadir untuk mendukung masyarakat menjaga keseimbangan microbiome dalam mulut.

Rikka Anggitha, Head of Marketing Oral Care Unilever Indonesia menyampaikan, “Merayakan BKGN, Unilever Indonesia melalui brand Pepsodent menegaskan kembali komitmennya untuk melindungi senyum keluarga Indonesia.”
Upaya tersebut menjadi sebuah perjalanan panjang bagi Pepsodent yang telah hadir lebih dari 90 tahun.
“Kami terus berupaya dengan menghadirkan beragam produk berkualitas, juga berperan dalam memberikan pemahaman, dan kebiasaan masyarakat Indonesia untuk menjaga kesehatan gigi, dan mulut mereka agar selalu sehat.”
“Semangat ini yang kemudian kami wujudkan melalui Bulan Kesehatan Gigi Nasional bersama para mitra setia kami.”
“Kami memahami kebutuhan masyarakat terus berkembang karenanya untuk melengkapi edukasi serta kegiatan BKGN, kami memberikan solusi terdepan untuk perawatan gigi, dan mulut untuk seluruh masyarakat Indonesia.”
“Pepsodent Pro.Care merupakan pasta gigi pertama yang menggunakan teknologi microbiome active. Inovasi teknologi ini sukses dikembangkan selama bertahun-tahun oleh para ilmuwan dari berbagai belahan dunia.”
“Teknologi memanfaatkan One Trillion Active Ions guna menekan pertumbuhan bakteri merugikan, sekaligus mendorong pertumbuhan bakteri baik,agar keseimbangan microbiome mulut tetap terjaga.”
“Teknologi One Trillion Active Ions telah teruji klinis yang dirancang untuk memberikan perlindungan hingga 24 jam!
Teknologi inovatif ini mampu memperkuat pertahanan alami rongga mulut, sehingga dapat membantu memberikan perlindungan ekstra pada kesehatan gigi, dan mulut secara lebih menyeluruh, “tutup Rikka. (*)




