Noni Noni Balsem Ajak Penyintas RA Tetap Aktif dan Produktif Lewat Gathering Edukatif

Noni Noni Balsem melalui gathering edukatif bertajuk “RA Bukan Akhir Aktivitas: Tetap Bergerak, Tetap Berkarya. Foto : Dok Noni Noni Balsem

WANITAINDONESIA.CO – Rheumatoid Arthritis (RA) kerap menjadi tantangan besar bagi para penyintasnya. Rasa nyeri, kaku pada persendian, hingga keterbatasan gerak sering kali memengaruhi aktivitas sehari-hari. Namun, kondisi tersebut bukan berarti seseorang harus berhenti berkarya dan menjalani hidup secara produktif.

Pesan itulah yang diangkat dalam gathering edukatif bertajuk “RA Bukan Akhir Aktivitas: Tetap Bergerak, Tetap Berkarya” yang diselenggarakan oleh Noni Noni Balsem di Jakarta, Sabtu (20/6/2026).

Mengusung konsep intimate gathering, kegiatan ini menghadirkan 20 peserta yang terdiri dari para penyintas autoimun, Key Opinion Leaders (KOL), serta rekan media. Selama tiga jam, peserta diajak mengikuti sesi edukasi kesehatan, diskusi interaktif bersama ahli, hingga berbagi pengalaman inspiratif dari sesama penyintas Rheumatoid Arthritis.

Suasana hangat dan penuh semangat terasa sepanjang acara. Bukan sekadar membahas penyakit, gathering ini juga menjadi ruang berbagi yang menguatkan para peserta untuk tetap optimistis menjalani kehidupan.

Memahami RA dan Pentingnya Tetap Bergerak

Dalam sesi edukasi, dokter spesialis penyakit dalam dr. Valerie Hirsy Putri, SpPD menjelaskan bahwa Rheumatoid Arthritis merupakan penyakit autoimun yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan tubuh sendiri, terutama pada persendian.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan peradangan yang memicu nyeri, pembengkakan, kekakuan, hingga gangguan mobilitas apabila tidak ditangani dengan baik.

Menurut dr. Valerie, pengelolaan RA tidak hanya berfokus pada pengurangan rasa nyeri, tetapi juga bagaimana penyintas tetap memiliki kualitas hidup yang baik.

“Penyintas RA tetap perlu bergerak sesuai kemampuan, menjaga kebugaran tubuh, melakukan aktivitas fisik yang tepat, serta mendapatkan dukungan dari lingkungan sekitar. Semua itu berperan penting dalam membantu mereka menjalani kehidupan yang lebih nyaman dan bermakna,” jelasnya.

Sesi ini pun mendapat antusiasme tinggi dari peserta yang aktif bertanya mengenai cara mengelola gejala RA sekaligus mempertahankan produktivitas dalam kehidupan sehari-hari.

Peserta Media Gathering Edukatif bertajuk “RA Bukan Akhir Aktivitas: Tetap Bergerak, Tetap Berkarya” yang diselenggarakan Noni Noni Balsem di Jakarta, Sabtu (20/6/2026).. Foto: dok Noni Noni Balsem

Dukungan Kenyamanan untuk Aktivitas Harian

Tak hanya mendapatkan edukasi medis, peserta juga diajak mengenal lebih dekat Noni Noni Balsem sebagai solusi topikal modern yang memanfaatkan kearifan lokal Indonesia melalui penggunaan buah mengkudu atau noni sebagai bahan utama.

Nugroho dari Tim Product and Development Noni Noni Balsem menjelaskan bahwa produk ini dikembangkan dengan memanfaatkan berbagai kandungan aktif alami dalam buah mengkudu, seperti Scopoletin, Xeronine, Iridoid, dan Antraquinon, yang dikenal dapat membantu meredakan rasa nyeri dan peradangan.

“Noni atau mengkudu telah lama dikenal masyarakat Indonesia sebagai tanaman yang memiliki banyak manfaat. Kami berupaya menghadirkan manfaat tersebut dalam bentuk yang lebih praktis dan mudah digunakan untuk mendukung kenyamanan aktivitas sehari-hari,” ujarnya.

Menurutnya, menjaga kenyamanan tubuh merupakan salah satu faktor penting agar seseorang dapat tetap menjalankan aktivitas secara optimal. Selain mengikuti anjuran tenaga kesehatan dan menerapkan pola hidup sehat, penggunaan terapi pendamping yang praktis juga dapat menjadi pilihan untuk membantu meningkatkan kenyamanan saat beraktivitas.

Kisah Inspiratif Penyintas RA

Momen yang paling menyentuh hadir melalui sesi berbagi pengalaman bersama Yovita, salah satu penyintas Rheumatoid Arthritis yang telah menggunakan Noni Noni Balsem selama kurang lebih tujuh tahun.

Di hadapan peserta, ia menceritakan perjalanan panjangnya sejak pertama kali didiagnosis RA hingga berbagai tantangan yang harus dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Meski sempat mengalami masa-masa sulit akibat nyeri dan keterbatasan gerak, Yovita memilih untuk tidak menyerah. Ia terus berusaha menjaga semangat, beradaptasi dengan kondisinya, dan tetap menjalankan aktivitas yang disukai.

Kisahnya menjadi inspirasi bagi peserta lain bahwa setiap penyintas memiliki perjalanan yang berbeda. Namun dengan pemahaman yang tepat, dukungan dari lingkungan sekitar, serta kemauan untuk terus bergerak, RA bukanlah akhir dari produktivitas dan mimpi yang ingin diwujudkan.

Mengangkat Khasiat Mengkudu untuk Kenyamanan Gerak

Sebagai produk yang mengedepankan bahan alami, Noni Noni Balsem memanfaatkan ekstrak buah mengkudu yang telah lama dikenal dalam pengobatan tradisional Indonesia.

Produk ini diformulasikan menggunakan teknologi modern sehingga kandungan aktifnya dapat bekerja secara optimal melalui penggunaan topikal. Cara pemakaiannya pun praktis, cukup dioleskan pada area tubuh yang terasa pegal, nyeri, atau kaku, kemudian dipijat perlahan hingga meresap.

Sensasi hangat yang dihasilkan membantu memberikan rasa nyaman sehingga pengguna dapat kembali beraktivitas dengan lebih leluasa.

Selain itu, Noni Noni Balsem telah mengantongi sertifikasi Halal, diproduksi sesuai standar Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB), serta memiliki izin edar resmi dari BPOM.

Menariknya, produk ini dapat digunakan oleh berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak usia dua tahun hingga orang dewasa.

Melalui gathering edukatif ini, Noni Noni Balsem ingin menegaskan bahwa Rheumatoid Arthritis bukanlah penghalang untuk terus menjalani hidup secara aktif. Dengan edukasi yang tepat, dukungan komunitas, serta pengelolaan kondisi yang baik, para penyintas tetap dapat bergerak, berkarya, dan menjalani berbagai peran penting dalam kehidupan.

Karena bagi para penyintas RA, terus melangkah adalah bentuk keberanian yang patut dirayakan setiap hari. (Den)