Tingkatkan Kepedulian Lingkungan Dompet Dhuafa Yogyakarta Bersama Puluhan Siswa SD Olah Sampah Jadi Pupuk

Dompet Dhuafa Yogyakarta menggelar kegiatan edukatif bertajuk “Ember Ajaib Penyelamat Bumi: Serunya Bikin Pupuk Sendiri dengan Ember Tumpuk” mengenalkan cara sederhana mengolah sampah organik menjadi pupuk alami, di SD Negeri Depok, Kecamatan Panjatan, Kulon Progo dengan diikuti sebanyak 52 siswa kelas pada Senin, 27 Oktober 2025.

WANITAINDONESIA.CO  — Menumbuhkan kepedulian terhadap pengelolaan sampah sejak dini, Dompet Dhuafa Yogyakarta menggelar kegiatan edukatif bertajuk “Ember Ajaib Penyelamat Bumi: Serunya Bikin Pupuk Sendiri dengan Ember Tumpuk” mengenalkan cara sederhana mengolah sampah organik menjadi pupuk alami, di SD Negeri Depok, Kecamatan Panjatan, Kulon Progo dengan diikuti sebanyak 52 siswa kelas pada Senin, 27 Oktober 2025.

Baca Juga :  Momen Refleksi Diri Sambut Ramadan 1446 H, Dompet Dhuafa Yogyakarta Gelar Blind Concert Bersama Panji Sakti

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pendidikan Dompet Dhuafa Yogyakarta yang berkolaborasi dengan Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) Yogyakarta. Melalui kegiatan ini, peserta diajak menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini melalui pengenalan sistem ember tumpuk komposter sebagai salah satu metode sederhana dan ramah lingkungan untuk mengolah sampah organik.

Pemilihan anak-anak sebagai sasaran utama kegiatan bukan tanpa alasan. Menurut Dippa, Koordinator Kegiatan, edukasi lingkungan perlu ditanamkan sejak usia dini agar menjadi kebiasaan positif di masa depan.

Baca Juga :  Pelatihan Maternity Spa: Memberdayakan Perempuan Menuju Kemandirian

“Anak-anak adalah agen perubahan kecil yang punya peran besar. Kalau sejak dini mereka sudah paham cara mengolah sampah, dampaknya akan terasa bagi lingkungan dan keluarga mereka,” ungkap Dippa selaku Volunteer Dompet Dhuafa Yogyakarta.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi pengenalan jenis-jenis sampah organik dan cara kerja ember tumpuk komposter. Anak-anak kemudian diajak untuk praktik langsung memasukkan sisa sampah organik seperti kulit buah dan sisa makanan ke dalam ember tumpuk komposter. Setelah itu, peserta juga belajar mengenai pemanfaatan lindi, yaitu cairan hasil proses pembusukan di komposter, sebagai pupuk cair alami untuk tanaman di halaman sekolah. (adv)

Baca Juga :  Dompet Dhuafa Bersama Warga Binaan Kelas 1 Pondok Bambu Gelar Pesantren Kilat Hingga Nuzulul Quran