6 Trik Mewujudkan Me Time bagi Mama yang Terlalu Sibuk - Wanita Indonesia <
GAYA HIDUP

6 Trik Mewujudkan Me Time bagi Mama yang Terlalu Sibuk

wanitaindonesia.co – Pekerjaan rumah yang menumpuk, anak-anak yang selalu berteriak, deadline pekerjaan yang tak kunjung henti seminggu kemarin, semuanya adalah sumber stres bagi Mama yang luar biasa. Bila sudah begini, memasukkan me time ke dalam kalender tentu menjadi hal yang sangat Anda inginkan.

Tentu saja, dengan memiliki me time, Anda bisa merawat diri sendiri atau populer disebut dengan self care. Tchiki Davis, Ph.D., wellbeing consultant pendiri Berkeley Well-Being Institute mengatakan bahwa self care telah terbukti mengurangi kecemasan, meningkatkan produktivitas, meningkatkan suasana hati, meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda, dan menurunkan risiko masalah kesehatan yang terkait dengan stres kronis, seperti penyakit jantung dan diabetes.

Anda mungkin sudah membayangkan berbaring di kursi pijat refleksi, merasakan sensasi masker wajah yang lembut dan dingin di pusat kecantikan, atau sekadar minum kopi sambil nonton drama favorit, atau melakukan journaling di kedai kopi favorit Anda. Namun, yang tak jarang terjadi adalah ketika Anda sudah merencanakan pulang kantor lebih awal, tiba-tiba saja klien Anda mengirimkan e-mail untuk revisi dalam waktu yang singkat, si sulung menelepon minta diantar ke rumah Kakek-Nenek, suami yang sedianya sudah menyetujui akan memasak makan malam untuk anak-anak tiba-tiba mengirim pesan bahwa ia mendapat tugas mendadak dari atasannya.

Aaah, bayangan me time yang gagal sudah tampak di depan mata. Sejenak bayangan manfaat yang akan Anda dapat dari me time  pun hilang.

Apa yang harus Anda lakukan? Apakah Anda perlu merelakan rencana yang sudah Anda buat dan mengorbankan diri Anda? Atau apakah Anda tetap harus mengatakan “tidak” pada semuanya?

Perancaan me time bagi seorang Mama memang tidak semudah saat masih lajang atau belum punya anak. Anda bisa dengan mudah melakukan self care. Setelah punya anak, Anda harus merencanakannya lebih matang.

Suzzane Gelb, Ph.D., J.D., seorang psikolog klinis sekaligus life coach, penulis buku The Life Guide on How to Care for Yourself – When You’re a Caregiver for Somebody Else membagikan tip agar rencana me time Anda kebal dari kegagalan. Jalankan rencana ini beberapa hari sebelum jadwal me time Anda.

1. Tunjuk ‘Kaki Tangan’
Sebelum tanggal me time, tunjuk seseorang yang Anda percayai untuk bertanggung jawab, misalnya saja ART Anda atau Kakek-Nenek si kecil. Anda bisa menyerahkan jadwal atau kebutuhan yang harus dipenuhi selama Anda tidak ada. Misalnya saja kapan anak-anak selesai sekolah, kapan mereka harus makan, termasuk apa saja yang tidak boleh mereka lakukan—misalnya main game terlalu lama dan makan junk food.

Akan tetapi, ketahui juga Aturan Menitipkan Anak pada Nenek dan Kakek.

2. Alihkan Sementara
Alihkan sementara urusan kantor Anda pada rekan kerja Anda. Bila mereka tidak bisa menyelesaikan tugas Anda, minimal minta mereka untuk memberi jawaban pada orang yang membutuhkan Anda bahwa Anda akan segera menghubungi mereka kembali esok hari. Beranikan diri untuk menolak orang yang memburu-buru Anda dan rasakan manfaat mengatakan “tidak”.

3. Tentang Kondisi Darurat
Anda mungkin masih khawatir bagaimana bila terjadi kondisi darurat. Untuk itu, berikan instruksi yang jelas pada orang yang bertanggung jawab menjaga anak tentang mengenai kapan bisa menghubungi Anda.

Katakan: “Yang dimaksud darurat adalah…… Jika ada keadaan darurat, Anda dapat menemukan saya / hubungi saya di ……. Bila ada yang kurang penting dari itu, tolong tunggu sampai saya kembali.

4. Alihkan Panggilan
Untuk meminimalkan gangguan, Anda bisa membuat pengaturan untuk mengalihkan panggilan ke voicemail. Pilih beberapa nomor saja yang tetap bisa menghubungi Anda, seperti nomor ART atau suami dan keluarga yang menjaga anak-anak.

5. Cuti Digital
Anda sudah membuat keputusan untuk cuti sejenak dari tugas Anda, tak ada salahnya untuk cuti digital bila itu bisa membuat Anda lebih tenang.

6. Membebaskan Kecemasan
Me time bukan berarti Anda berada dalam kondisi bebas sebebas-bebasnya. Rata-rata, pikiran Mama pasti masih tersandera tentang anak-anak saat fisiknya berada berjauhan. Anda barangkali sangat cemas dengan kondisi mereka. Ini tentu menjadi distraksi bagi me time Anda. Namun bebaskan kecemasan Anda dengan keyakinan dan afirmasi positif bahwa ketika Anda kembali pada mereka, Anda akan lebih baik dalam merawat mereka. (wi)

Menampilkan lebih banyak

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button